New Tracks
“Ghost Circuit” Dan Kembalinya Zeke and The Popo Ke Dunia Yang Lebih Sunyi
Setelah lebih dari satu dekade sejak album terakhir mereka, Zeke and The Popo akhirnya kembali membuka percakapan baru dengan pendengarnya. Band lintas benua yang berbasis antara New York dan Jakarta itu resmi merilis single terbaru berjudul “Ghost Circuit”, lagu pembuka menuju album kedua mereka, ‘Crazy Life’, yang dijadwalkan meluncur pada Juni 2026.
Kehadiran lagu ini tidak hanya menjawab penantian panjang penggemar, tetapi juga mempertegas bahwa Zeke and The Popo masih bergerak, bereksperimen, dan terus mencari bentuk baru dari dunia musikal yang mereka bangun sejak awal.
“Ghost Circuit” hadir sebagai dunia baru dalam perjalanan band ini. Untuk pertama kalinya, Zeke and The Popo menggandeng produser Jonathan Pardede dengan Matalino Marquez Siraj sebagai co-producer. Kolaborasi ini memberi warna berbeda pada pendekatan produksi mereka, membuka ruang eksplorasi yang lebih luas dan eksperimental, tanpa meninggalkan karakter atmosferik yang selama ini melekat pada Zeke and The Popo.

Zeke and The Popo (credit: Christine Gneuss)
Jonathan Pardede dikenal lewat kiprahnya sebagai anggota trio musik elektronik Sunmantra, sekaligus lewat proyek solonya dengan nama panggung Ugomo. Di luar aktivitas bermusik, ia juga aktif sebagai produser, pernah bekerja dengan The Brandals dan Dried Cassava.
Perannya di skena musik Indonesia juga meluas lewat Anukara Records, label yang ia dirikan bersama Aradea Barandana dan Robert Mulyarahardja, yang berfokus pada pengembangan karya lintas disiplin dan kurasi talenta dengan pendekatan artistik yang kuat. Latar belakang tersebut terasa memberi sentuhan baru pada “Ghost Circuit”, terutama dalam penataan tekstur dan dinamika lagu.
Secara tematik, “Ghost Circuit” menjelajahi wilayah yang sunyi dan reflektif. Lagu ini mengangkat tema misteri kehidupan, ketidakpastian masa depan, dan kesadaran bahwa manusia tidak pernah sepenuhnya tahu ke mana hidup akan membawa mereka.
Ditulis oleh Yosaviano Santoso sebagai penulis lagu utama, liriknya menyuarakan kegelisahan yang tenang, sekaligus penerimaan terhadap siklus hidup yang terus berputar. Pendekatan ini sejalan dengan karakter Zeke and The Popo yang sejak awal lebih mengutamakan suasana dan imaji ketimbang pernyataan yang eksplisit.

Zeke and The Popo (credit: Christine Gneuss)
Sebelum dirilis secara resmi, “Ghost Circuit” telah lebih dulu diperkenalkan lewat penempatan sinkronisasi dalam film “Legenda Kelam Malin Kundang“, garapan sutradara Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo, dengan produksi dari Come and See Pictures milik Joko Anwar.
Keterkaitan dengan dunia film bukanlah hal baru bagi Zeke and The Popo. Sejak awal karier mereka, karya-karya mereka sering kali hadir sebagai soundtrack, termasuk untuk film “Janji Joni dan Kala”, yang juga disutradarai oleh Joko Anwar. Nuansa sinematik itu kembali terasa kuat dalam “Ghost Circuit”, yang lebih mirip potongan adegan film daripada lagu pop konvensional.
Dari sisi visual, artwork untuk single ini dikerjakan oleh Mellow Splice bersama Ovan Mustofa. Visual yang ditampilkan sangat cocok dengan nuansa gelap dan introspektif lagu, menambah kesan misterius yang ingin disampaikan. Mellow Splice adalah unit visual yang berasal dari Jakarta, dibentuk oleh fotografer Moses Sihombing dan videografer Hafizh Armynazrie, sementara Ovan Mustofa dikenal sebagai kreator lintas medium dari Bandung.
Dengan “Ghost Circuit”, Zeke and The Popo tidak hanya menegaskan kehadiran mereka kembali setelah lebih dari sepuluh tahun, tetapi juga membuka lembaran baru menuju ‘Crazy Life’. Single ini menjadi isyarat bahwa band ini masih setia pada pendekatan atmosferik dan sinematik yang menjadi ciri khas mereka, sambil tetap memberi ruang bagi perkembangan dan eksplorasi artistik.
“Ghost Circuit” sudah tersedia di seluruh platform digital mulai 29 Januari 2026 dan menjadi langkah awal dari perjalanan panjang yang kembali mereka lanjutkan.