New Tracks
Grrrl Gang Menyusuri Dunia Yang Tak Pernah Offline Di “Online 24/7”
Sebuah notifikasi menyala di layar ponsel, lalu disusul deretan pesan lain yang terus berdatangan tanpa jeda. Dari pagi hingga larut malam, ritme kehidupan saat ini sering kali ditentukan oleh getaran layar dan tuntutan untuk selalu terhubung. Di tengah arus dunia digital yang serba instan itu, Grrrl Gang datang membawa suara yang berfungsi sebagai cermin, mengajak pendengarnya untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan realitas yang semakin terpecah.
Trio asal Yogyakarta ini merilis maxi-single terbaru berjudul “Online 24/7” pada 2 Februari 2026 melalui Green Island Music. Terdiri dari tiga lagu, “O, My Love”, “Lapdog”, dan “You & Me”, rilisan ini menyajikan refleksi jujur tentang kehidupan yang terjepit antara tekanan dunia nyata dan ilusi ruang daring.
Alih-alih memberikan pelarian, Grrrl Gang memilih untuk menyoroti kegelisahan yang muncul dari situasi tersebut, dengan bahasa yang lugas dan emosional.
Angee, vokalis sekaligus gitaris Grrrl Gang, menyatakan bahwa lagu-lagu ini lahir dari campuran perasaan bingung, marah, dan rindu. Ia menjelaskan bahwa “Online 24/7” berangkat dari pengalaman hidup yang terpecah antara apa yang dialami secara fisik dan apa yang terus bergulir di layar. Di ruang digital, kekerasan, kesepian, dan keintiman sering kali berubah bentuk, kadang terasa dekat, tapi kebanyakan terasa asing.

“O, My Love” membuka maxi-single ini dengan nada yang mencekam. Lagu ini menyoroti kepedihan korban femisida, menghadirkan perspektif personal di balik angka-angka statistik yang dingin. Liriknya bergerak pelan tapi menghantam, seolah mengingatkan bahwa setiap kasus kekerasan menyisakan pertanyaan yang tak pernah benar-benar terjawab. Di tangan Grrrl Gang, lagu ini terasa seperti elegi sekaligus gugatan.
Nada getir berlanjut di “Lapdog”, lagu yang memotret kompromi sehari-hari dalam kehidupan modern. Edo, gitaris Grrrl Gang, menyebutnya sebagai cerminan dari kepatuhan yang sering kita berikan dengan sadar, meskipun itu perlahan-lahan mengikis identitas kita.
Lagu ini mengupas bagaimana sistem bekerja dengan cara yang halus, membuat kita bertahan sambil mengorbankan diri. “Lapdog” menjadi gambaran generasi yang terjepit antara kebutuhan hidup dan keinginan untuk hidup sepenuhnya.
Di tengah tekanan tersebut, “You & Me” hadir sebagai kontras yang lembut.Lagu ini menciptakan ruang perlindungan emosional, sebuah dunia kecil yang dibangun oleh dua orang untuk saling mendukung dari kebisingan algoritma dan tuntutan produktivitas. Dalam narasi “Online 24/7” yang penuh kegelisahan, “You & Me” terasa seperti napas terakhir, sebuah keyakinan bahwa solidaritas intim masih bisa menjadi bentuk perlawanan yang paling sederhana.
Grrrl Gang telah lama dikenal sebagai salah satu suara paling tajam dari Yogyakarta. Beranggotakan Angee, Edo, dan Akbar di posisi bass, band ini tumbuh dengan pengaruh rock alternatif 90-an dan lirik yang tak segan menyentuh isu personal, sosial, hingga politik. Setelah album debut ‘Spunky!’ yang penuh energi, maxi-single ini menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih reflektif tanpa kehilangan urgensi.
Tak lama sebelum perilisan “Online 24/7”, Grrrl Gang juga mengumumkan tur pertama mereka di Amerika Serikat bertajuk “Clocking In at the End of the World”, termasuk penampilan di festival South by Southwest (SXSW). Bagi Akbar, tur ini adalah cara menyampaikan bahwa kegelisahan yang mereka rasakan di Yogyakarta memiliki resonansi global.
Melalui “Online 24/7”, Grrrl Gang tidak hanya berbagi pengalaman pribadi, tetapi juga menciptakan catatan kolektif bagi generasi yang hidup di tengah tekanan produktivitas dan kelelahan mental. Musik mereka menggambarkan paradoks zaman ini, di mana teknologi menjanjikan koneksi tetapi sering kali membawa kesepian.
Di tengah banjir konten yang bergerak cepat, karya ini mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, mendengar, dan mengingat bahwa di balik setiap layar yang menyala, ada manusia yang terus berusaha bertahan sebagai manusia.
Jadwal Tur Grrrl Gang di Amerika Serikat:
17 Maret – Pie Shop, Washington DC
18 Maret – Silk City, Philadelphia
19 Maret – Warehouse XI, Boston
20 Maret – Mercury Lounge, New York
22 Maret – The Smell, Los Angeles
23 Maret – Soda Bar, San Diego
25 Maret – Bottom of the Hill, San Francisco
27 Maret – Swan Dive, Portland
28 Maret – Clock-Out Lounge, Seattle
