International
Home Counties Luncurkan ‘Humdrum’, Album Alternatif Penuh Groove Dan Atmosfer Hipnotis
Home Counties, band yang berasal dari London, kembali menegaskan posisinya di dunia musik alternatif dengan album kedua mereka, ‘Humdrum‘, yang dijadwalkan rilis pada 24 Oktober 2025. Album ini menyajikan kombinasi hipnotis antara bassline yang menarik, synth yang teratur, pola drum yang sensual, dan lirik yang tajam, menciptakan nuansa baru yang jarang terdengar dalam musik alternatif Inggris saat ini.
Salah satu kekuatan utama Home Counties terletak pada harmoni vokal yang sempurna. Lois Kelly dan Will Harrison tampil seperti dua raksasa yang menari tango. Kesalahan sekecil apa pun bisa merusak, tetapi ketika keduanya bersatu, hasilnya adalah penampilan yang menakjubkan, seolah vokal mereka memang ditakdirkan untuk saling melengkapi. Interaksi ini terasa alami dan menarik, memberikan dimensi baru pada setiap lagu.
Dari sisi lirik, ‘Humdrum’ menunjukkan perkembangan signifikan dalam dinamika band. Album ini menghadirkan karakter dan narasi yang berbeda di setiap lagunya. “Take You Back”, lagu pembuka album, memadukan vokal yang saling bertindih seperti lilin yang meleleh, diiringi lirik tentang konfrontasi, ketidakpastian, dan kesalahpahaman.
Teknik serupa juga muncul pada single utama album ini, “Spain”, di mana setiap vokalis menghidupkan perspektif yang berbeda: satu pasif dan acuh, yang lainnya lantang dan menantang.
Ruang lingkup lirik album ini luas dan kaya tema. Dari frustrasi kehidupan modern di “Roundabout” hingga beban emosional kerusuhan di Inggris pada 2024 yang diangkat di “When in Rome”, Home Counties menampilkan kemampuan luar biasa dalam menulis narasi sosial-politik yang tajam.
“When in Rome” menjadi sorotan khusus, menggambarkan kebingungan dan rasa malu masyarakat Inggris, sekaligus menyoroti prasangka dan kebodohan yang masih membayangi kehidupan sosial. Lagu ini meninggalkan kesan bahwa masalah-masalah tersebut belum sepenuhnya teratasi.
Dalam kolaborasi dengan Al Doyle dari Hot Chip, Home Counties berhasil menciptakan suara elektrik yang kuat dan fleksibel. Synth yang lembut dan bassline yang karismatik membentuk groove yang menarik di lagu-lagu seperti “Take You Back”, “Ravelling”, dan “Roundabout”. Alat yang sama juga digunakan untuk membangun ketegangan sinematik dalam “When in Rome” dan “Meet Me in the Flatroof”.
Tekstur musik di ‘Humdrum’ terasa sangat kaya tapi tidak berlebihan; setiap elemen terasa ditempatkan dengan cermat. Drum menonjol, berpindah antara bass drum yang berat dan gelap untuk momen-momen serius, sementara cymbal atau hi-hat menciptakan suasana etereal. Gitar digunakan dengan hemat, tetapi saat muncul, dampaknya sangat kuat, terutama pada klimaks “Spain” yang meledak seperti energi listrik yang menyengat.
Sorotan lain muncul di “Meet Me in the Flatroof”, di mana riff gitar yang gelap mendorong lagu menuju klimaks yang membangkitkan adrenalin. Lagu ini berkembang menjadi crescendo yang intens, hampir membawa pendengar melayang menuju langit.
Meski begitu, ‘Humdrum’ tidak sepenuhnya tanpa cela. “Cheeseball” dan “Like That” terasa kurang memuaskan dibandingkan lagu-lagu lain yang ada di album ini. Home Counties mencoba mengusung nuansa retro gaming dan folk tetapi kurang berhasil. Meskipun demikian, kekurangan ini tidak mampu menutupi keunggulan album ‘Humdrum’ secara keseluruhan.
‘Humdrum’ adalah sebuah karya yang memikat dari Home Counties. Beberapa kesalahan kecil tidak mengurangi euforia yang tercipta, tapi justru menyempurnakan pengalaman mendengarkan yang menegangkan sekaligus memukau.


