New Tracks
Jossie Tutup 2025 Dengan “Taring”, Single Paling Berani Dalam Perjalanan Mereka
Menutup perjalanan mereka di tahun 2025, Jossie memperkenalkan single terbaru berjudul “Taring”. Rilisan ini menjadi fase penting dalam perjalanan band pop punk asal Yogyakarta tersebut. Lagu ini mengejutkan banyak orang dengan keterlibatan Marselyanto sebagai vokalis tamu, sebuah langkah yang belum pernah dilakukan Jossie sebelumnya dalam karier mereka.
“Taring” mengisahkan tentang rasa muak yang menumpuk akibat hubungan pertemanan yang retak karena perilaku toksik. Lagu ini menyoroti sosok-sosok yang berani menyerang dari belakang, menggiring opini, dan memprovokasi kebencian demi kepentingan pribadi.
Angga Rahafta, penulis lagu sekaligus vokalis Jossie, menyatakan bahwa tema ini semakin relevan dalam dinamika pergaulan saat ini, di mana iri hati sering kali menjadi pemicu runtuhnya kepercayaan antarindividu.
Menurut Angga, lagu ini menyampaikan pesan yang sederhana dan tegas. Tidak perlu berlebihan, cukup bersikap manusiawi, menjaga empati, dan berhenti mencari validasi dengan menjatuhkan orang lain. Spirit itu diterjemahkan Jossie melalui musik yang lebih agresif, lugas, dan frontal dibanding rilisan mereka sebelumnya.

Jossie dan Marselyanto
Dalam proses kreatifnya, “Taring” sejak awal dikerjakan bersama Momo Biru yang didapuk sebagai produser. Kolaborasi ini memberi pengaruh besar terhadap arah musikal Jossie. Seluruh instrumen direkam, di-mixing, dan mastering di Meru Records, dengan pendekatan produksi yang memberi ruang eksplorasi lebih luas, baik dari sisi aransemen maupun karakter suara.
Erindra Mukti menjelaskan bahwa keputusan untuk menunjuk Momo bukan tanpa alasan, karena mereka memang sedang mencari napas baru setelah belasan tahun berkutat di jalur pop punk yang sama.
Eksplorasi terasa jelas dalam struktur musik “Taring”. Jossie menggabungkan pop punk dan emo dengan sentuhan beat hip hop dari era 90-an, sebuah kombinasi yang awalnya tampak cukup berisiko bagi mereka. Namun, seiring lagu ini berkembang dari draft ke bentuk final, keyakinan mereka justru tumbuh bahwa eksperimen ini membuka kemungkinan baru dalam identitas Jossie.
Di tengah proses tersebut, muncul kebutuhan akan elemen rap di bagian tengah lagu. Dari situ, nama Marselyanto muncul dalam diskusi.
Rapper muda asal Timika yang kini tinggal di Yogyakarta itu dipilih karena dianggap paling tepat mewakili energi dan kemarahan yang ingin disampaikan lagu ini. Menurut Erindra, Marselyanto mampu menghadirkan intensitas yang dibutuhkan, sekaligus tetap sejalan dengan referensi musik dan pendekatan lirik Jossie.
Secara emosional, “Taring” juga memiliki makna yang lebih dalam bagi Jossie. Tahun 2025 menjadi periode yang berat bagi band ini setelah kepergian Rendy Himawan, sahabat sekaligus bassis mereka, pada bulan November lalu. Rendy sempat menyelesaikan seluruh bagian bass untuk materi album baru Jossie, termasuk untuk lagu “Taring”. Dengan demikian, single ini juga menjadi salah satu karya terakhirnya bersama Jossie.
Angga mengakui bahwa kehilangan tersebut sempat membuat mereka terpuruk. Namun keputusan untuk tetap melanjutkan Jossie diambil sebagai bentuk penghormatan atas komitmen yang telah mereka bangun bersama. Bagi Angga dan Erindra, melanjutkan perjalanan band dengan warna baru juga berarti menjaga semangat yang pernah mereka sepakati bertiga.
“Taring” sekaligus menjadi pintu masuk menuju album kedua Jossie yang tengah disiapkan dan direncanakan rilis pada pertengahan 2026. Album ini akan terdiri dari delapan lagu, termasuk satu lagu lama yang direkam ulang dengan pendekatan yang berbeda. Jossie melihat album mendatang ini sebagai cerminan kedewasaan mereka, baik dari segi musik maupun secara pribadi, setelah hampir dua dekade berkarya.
Single “Taring” sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music sejak Selasa, 23 Desember 2025. Video musiknya akan segera dirilis di kanal YouTube resmi Jossie, melanjutkan cerita tentang kemarahan, kejujuran, dan keberanian untuk bersuara di tengah relasi yang semakin rapuh.
