Music News

Joyland Sessions 2025 Menjaga Magis Festival Dalam Skala Yang Lebih Intim

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Joyland Sessions 2025
TV Girl

Jarum jam menunjukkan pukul 23.25 pada Minggu malam ketika TV Girl menutup penampilan utama mereka di Joyland Sessions 2025. Set terakhir itu terasa simbolik. “Lovers Rock”, lagu yang sudah melampaui satu miliar streams, dipertemukan dengan “It Evaporates”, nomor dari fase awal karier mereka, jauh sebelum nama TV Girl ramai dibicarakan di linimasa global.

Di momen itu, ribuan suara ikut bernyanyi, menjadi penutup dua hari perhelatan yang sejak awal sudah terasa berjalan mulus.

Sehari sebelumnya pun, atmosfer di Taman Kota GBK sudah memberi sinyal serupa. Joyland Sessions edisi 29–30 November 2025 mencatat total 11.934 pengunjung dalam dua hari. Angka ini mungkin lebih kecil dibanding Joyland Festival reguler, tetapi kepadatan energi di lokasi maupun respons positif di media sosial menunjukkan bahwa esensi Joyland tetap terjaga.

Skala yang lebih ringkas justru terasa memberi ruang intim tanpa mengurangi daya tariknya. Seperti ditulis Froyonion, dalam format yang lebih kecil, Joyland tidak kehilangan getarannya.

Malam sebelum TV Girl mengambil alih panggung, L’Impératrice tampil memikat dengan pertunjukan yang rapi dan penuh detail.

Penampilan L’Impératrice

Penampilan L’Impératrice di Joyland Sessions 2025

Sekstet disco pop asal Prancis ini menghadirkan koreografi yang presisi, selipan “Aerodynamic” milik Daft Punk lengkap dengan tapping gitar, serta rangkaian lagu lintas bahasa yang sudah lekat dengan penggemar mereka. “Agitations tropicales”, “Danza Marilù”, hingga “Chrysalis” mengalir tanpa jeda, memperlihatkan kematangan panggung yang membuat penonton terus bergerak hingga set usai.

Joyland Sessions juga memanjakan penonton lewat deretan nama lain yang tak kalah kuat. The Pains of Being Pure at Heart kembali naik panggung untuk merayakan 15 tahun album debut mereka dengan membawakannya secara penuh, sebuah momen nostalgia yang disambut hangat.

Bright Eyes, veteran folk rock asal Amerika Serikat, menghadirkan pertunjukan yang hidup dan spontan. Personel mereka bergantian memainkan instrumen untuk mengiringi Conor Oberst, yang beberapa kali turun ke barikade sambil menyanyikan lagu-lagu klasik seperti “First Day of My Life” dan “Four Winds”, berdampingan dengan materi baru seperti “Shell Games” dan “One for You, One for Me”.

The Pains of Being Pure at Heart

The Pains of Being Pure at Heart di Joyland Sessions 2025

Dari spektrum lain, Oddisee tampil dengan rima tajam yang ditopang permainan solid Good Company, band pengiringnya. Soccer Mommy memicu pelepasan emosi lewat lagu-lagu seperti “Lost” dan “Your Dog”, sementara Luna Li membawa suasana lebih tenang dengan permainan gitar dan biola yang bergantian.

Seusai tampil, Luna Li menulis di Instagram bahwa ia akan mengenang malam tersebut selamanya, sebuah reaksi yang terasa tulus melihat sambutan hangat penonton.

Joyland Sessions juga mencatat momen penting lewat penampilan perdana Galdive di Indonesia. Duo R&B lokal ini membawakan materi dari album kedua mereka, ‘Blue’, yang belum lama dirilis, termasuk lagu “Teach Me How to Love” yang sempat viral.

Kehadiran mereka mempertegas posisi Galdive sebagai salah satu nama Indonesia dengan jangkauan internasional. Penampil lokal lain seperti Bernadya, The Cottons, Bank, Thee Marloes, Reality Club, dan Ali turut membawa materi baru yang mereka garap sejak terakhir tampil di Joyland. Jirapah memilih bernostalgia dengan memainkan lagu-lagu dari ‘Planetarium’, album yang dirilis tak lama setelah debut mereka di Joyland pada 2019.

Di luar panggung utama, area White Peacock kembali menjadi bagian penting dari pengalaman Joyland. Pengunjung bisa menikmati aktivitas kreatif, bersantai di hammock yang tergantung di pepohonan sambil mendengarkan seleksi DJ, hingga menyaksikan panggung open mic yang menghadirkan kejutan berupa penampilan Kip Berman dari The Pains of Being Pure at Heart.

Secara keseluruhan, Joyland Sessions membuktikan bahwa skala bukan penentu utama semangat. Dalam ruang yang lebih terbatas, festival ini tetap menghadirkan pengalaman utuh dan berkesan. Bagi Plainsong Live, ini menjadi penutup tahun yang solid sebelum membuka 2026 dengan konser Sunset Rollercoaster di Hall Basket GBK pada 7 Maret 2026.

Program Director Joyland Sessions, Ferry Dermawan, menyampaikan kepuasannya atas kelancaran acara dan menekankan peran lokasi dalam menjaga ruh Joyland. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, dari pengisi acara hingga UMKM, seraya mengajak publik untuk bertemu kembali di 2026.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *