New Tracks

Kolaborasi Sekar Astiari Dan BURDN Hidupkan “Sandcastles” Dengan Nuansa Pop Dan Punk

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Sekar Astiari Dan BURDN single Sandcastles

Sekar Astiari kembali menunjukkan kedalaman musikalitasnya dengan merilis single kedelapan berjudul “Sandcastles” pada 1 Oktober 2025 di seluruh platform digital. Kali ini, ia berkolaborasi dengan BURDN, penyanyi sekaligus produser, serta menggandeng maniasonic. sebagai produser utama dengan lirik yang ditulis oleh Tabitha Atmodjo. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya mengangkat tema emosional, tetapi juga menghadirkan perpaduan sonik yang kaya, menyentuh, dan relevan.

“Sandcastles” bercerita tentang hubungan yang berada di ambang kehancuran. Lagu ini menggambarkan dua orang yang sama-sama enggan berpisah meski tanda-tanda keretakan sudah jelas terlihat. Ada rasa putus asa, penyangkalan, sekaligus kesedihan mendalam ketika ikatan panjang yang dibangun bersama perlahan mulai runtuh. Sekar menyajikan kisah ini dengan lirik penuh simbolisme, menggunakan metafora istana pasir untuk melukiskan sesuatu yang indah dan rapuh, yang pada akhirnya akan tersapu oleh ombak.

Chorus lagu ini menangkap inti emosinya: membangun istana pasir dengan tangan gemetar, sambil menyadari bahwa ombak pada akhirnya akan menghancurkannya. Gambaran ini merefleksikan keengganan manusia untuk melepaskan sesuatu yang sudah tidak sehat, hanya karena rasa sakit melepaskan terasa lebih berat daripada bertahan dalam ilusi. Meski rapuh, kenangan dan harapan membuat dua orang tetap mencoba bertahan, walau sadar semuanya pada akhirnya akan runtuh.

Sekar Astiari berkolaborasi dengan BURDN

Proses kreatif “Sandcastles” bermula sejak 2019, ketika Sekar menemukan sample arp dari sebuah sample pack yang ia beli. Dari situ ia mulai membangun nuansa trap/hip-hop dengan menambahkan drum sample, memperkuat frekuensi rendah, hingga menambahkan guitar synth. Awalnya lagu ini diproyeksikan untuk proyek duo elektronik pop miliknya, tetapi kemudian dialihkan ke jalur baru setelah proyek tersebut tidak berlanjut.

Kolaborasi dengan BURDN memberi arah baru bagi lagu ini. Sekar mengirimkan beberapa draft lagu, dan BURDN memilih “Sandcastles” sebagai materi yang paling sesuai dengan karakternya. Bersama-sama mereka mengutak-atik aransemen, mempertegas build-up dan drop, serta menambahkan elemen gitar untuk memberi tekstur lebih kuat.

Verse tetap dipertahankan dalam nuansa pop yang mudah dicerna, sementara bridge diberi sentuhan punk rock, memunculkan dinamika yang lebih berani. Pengaruh latar belakang BURDN di dunia punk, rock, dan rap menambah lapisan intensitas, membuat lagu ini bergerak lebih bebas antara genre.

Selain aspek musikal, “Sandcastles” juga menyimpan daya tarik emosional yang kuat. Lagu ini seolah berbicara langsung pada siapa saja yang pernah berada dalam hubungan jangka panjang yang perlahan merenggang.

Alih-alih menghadapi kenyataan pahit, sering kali kita memilih bertahan demi kenangan, menolak melihat bahwa semuanya sedang runtuh. Sekar merangkum perasaan ini dengan cara yang lugas dan puitis, membuat “Sandcastles” tidak hanya terdengar indah, tetapi juga relevan dengan pengalaman banyak orang.

Di “Sandcastles”, Sekar Astiari sekali lagi memperlihatkan konsistensinya dalam mengolah cerita personal menjadi karya musik yang universal. Dibantu BURDN dan tim produksi, ia berhasil menghadirkan lagu yang jujur, penuh emosi, dan tetap memiliki kekuatan pop yang melekat.

“Sandcastles” adalah potret kejujuran yang bisa dirasakan siapa pun yang pernah berdiri di titik antara rasa yang masih ingin dipertahankan dan keharusan melepaskan.

 

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *