Music News

“Let Down”, Lagu Lawas Radiohead Dari Tahun 1997 Yang Kini Jadi Viral Karena Tiktok

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Thom Yorke from Radiohead
Radiohead (credit: Raph_PH, CC BY 2.0)

Lagu klasik Radiohead, “Let Down”, kembali mencuat ke permukaan dan mencetak sejarah baru. Dua puluh delapan tahun setelah perilisannya, lagu yang semula hanya dilepas sebagai single promosi itu akhirnya masuk ke tangga lagu Billboard Hot 100 di Amerika Serikat. Pekan ini, “Let Down” menempati posisi 91 berkat lonjakan popularitas yang dipicu oleh tren di TikTok.

“Let Down” pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 sebagai bagian dari album ikonik ‘OK Computer‘, yang dianggap sebagai salah satu karya paling penting dalam perjalanan musik Radiohead. Saat dirilis, lagu ini hanya sempat bertahan tujuh minggu di tangga lagu Inggris dengan posisi tertinggi di nomor 85. Kini hampir tiga dekade kemudian, generasi baru pendengar menemukan kembali resonansi emosional dari lagu tersebut melalui media sosial.

Bagi Radiohead, “Let Down” menjadi lagu keempat mereka yang berhasil menembus Billboard Hot 100. Sebelumnya, band asal Oxfordshire ini sudah mencatatkan tiga lagu lain: “Creep” yang mencapai posisi 34 pada 1993 dan masih menjadi single paling sukses mereka di Amerika, “High And Dry” yang menembus posisi 78 pada 1995, serta “Nude” dari album ‘In Rainbow’s yang naik hingga posisi 37 pada 2008.

Kebangkitan “Let Down” sebenarnya sudah mulai terlihat beberapa tahun lalu ketika lagu tersebut dipakai dalam episode terakhir musim pertama serial populer Disney+, “The Bear“, pada 2022. Salah satu media musik ternama bahkan menyebutnya sebagai salah satu momen penggunaan musik terbaik di layar, menyajikan kontras emosional yang kuat antara nuansa melankolis “Let Down” dan suasana euforia dalam cerita.

Tren terbaru di TikTok semakin memperluas jangkauan lagu ini. Video yang paling populer menggunakan “Let Down” menampilkan pasangan fiksi dari film-film terkenal yang digambarkan oleh AI seolah berpose selfie bersama anak-anak imajiner mereka. Klip ini meraih lebih dari 4,2 juta tanda suka, memperlihatkan bagaimana tema kerentanan emosional dalam “Let Down” tetap relevan bagi pendengar masa kini.

Radiohead live in Taipei

Radiohead live in Taipei (Credit : kudumomo, CC BY 2.0)

Di sisi lain, Radiohead sendiri belum merilis album baru sejak ‘A Moon Shaped Poo’l pada 2016. Spekulasi soal karya terbaru sempat muncul ketika pada Maret lalu mereka mendirikan entitas hukum baru bernama RHEUK25 LLP dan kabar beredar bahwa band ini sudah memesan jadwal untuk sejumlah konser residensi di beberapa kota Eropa. Bassis Colin Greenwood bahkan mengakui bahwa band sempat melakukan sesi latihan pada musim panas tahun lalu, meski ia menegaskan hal itu bukan tanda tur baru akan segera dimulai.

Jonny Greenwood menambahkan bahwa sesi latihan itu terasa menyenangkan, meski tidak berujung pada rencana konkret untuk musik baru. Menurutnya, masing-masing personel tengah sibuk dengan proyek pribadi. Thom Yorke sendiri, yang kini aktif bersama The Smile, secara blak-blakan mengatakan tidak peduli jika penggemar menginginkan Radiohead kembali. Ia juga mengaku masih kesulitan menemukan kreativitas setelah pandemi COVID-19.

Meski begitu, band ini tetap menjaga keterhubungan dengan arsip mereka. Belakangan, Radiohead menggarap ulang beberapa rekaman dari era ‘Hail To The Thief’ untuk materi live album. Sementara Yorke, di luar kegiatan bermusiknya, sempat menyuarakan pandangannya mengenai konflik Israel-Palestina lewat sebuah tulisan panjang yang dibagikan awal tahun ini.

“Let Down” yang kini menemukan kehidupan baru di era digital menunjukkan bagaimana musik Radiohead terus melampaui generasi. Lagu yang dulu terasa seperti serpihan kegelisahan era 90-an, kini kembali hadir sebagai suara emosional bagi jutaan pendengar baru.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *