New Tracks

Losing Fight Rilis “Bias” Jelang Album Kedua

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Losing Fight

Band alt-rock asal Kuningan, Jawa Barat, Losing Fight membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Bias”. Lagu ini menjadi rilisan pertama mereka di tahun ini sekaligus pengantar menuju album kedua Losing Fight yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026. Melalui “Bias”, Losing Fight kembali memperkenalkan arah musikal yang semakin menjauh dari pakem lama, sekaligus menegaskan fase baru dalam perjalanan mereka.

Secara musikal, “Bias” berada di ranah alternatif dengan sentuhan emo dan shoegaze yang melankolis. Atmosfernya terasa pekat sejak awal, dengan lapisan suara yang dibangun perlahan dan memberi ruang bagi emosi untuk berkembang.

Lagu ini menggambarkan kehidupan seseorang yang sering kali terjebak dalam situasi tanpa pilihan, terpaksa menerima apa pun yang disodorkan dunia, meski tidak selalu menyenangkan. Narasi tersebut diterjemahkan sebagai potret menjalani hari demi hari yang sebenarnya tidak diinginkan, tetapi tetap harus dijalani.

“Bias” diproduseri oleh Restu Yawendra, yang memberi penekanan kuat pada nuansa ambient di hampir seluruh bagian lagu. Baik instrumen maupun lirik dirancang untuk saling menopang, menciptakan suasana yang hening dan menekan. Pendekatan ini membuat “Bias” terasa lebih kontemplatif, dengan emosi yang disampaikan tidak melalui ledakan, tetapi melalui ketegangan yang perlahan-lahan terakumulasi.

Band Losing Fight single Bias

Jika menengok perjalanan mereka sebelumnya, Losing Fight dikenal cukup lekat dengan pengaruh grunge era 90-an. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, band ini mulai berani meninggalkan zona nyaman tersebut.

Perubahan arah itu sudah terlihat lewat single “Surya” yang dirilis pada 2025, di mana mereka menyisipkan elemen post-rock dan ambient untuk memperkaya tekstur musikal. Eksperimen tersebut berlanjut di “Bias”, meski dengan fokus nuansa yang berbeda, lebih dekat ke ranah shoegaze dan emo.

Baik “Surya” maupun “Bias” dipastikan akan menjadi bagian dari album kedua Losing Fight. Keduanya memberi gambaran awal tentang karakter album yang lebih terbuka pada eksplorasi, tanpa sepenuhnya melepaskan identitas emosional yang sejak awal menjadi benang merah karya mereka.

Losing Fight terbentuk pada 2016 dan beranggotakan empat orang dengan latar belakang dan kegelisahan yang serupa. Sejak awal, mereka memposisikan musik sebagai ruang untuk memvalidasi berbagai perasaan yang dialami siapa pun.

Setelah sempat vakum beberapa tahun, Losing Fight kini kembali dengan konsep dan arah yang lebih jelas, hadir sebagai respons atas stagnasi skena musik di kota asal mereka, sekaligus membawa warna baru lewat dinamika dan emosi yang semakin matang.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *