Music News

Menuju Album ‘More Time’, Elephant Kind Rilis Empat Lagu Dan Video Live

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Elephant Kind
Elephant Kind (credit: Hafiyyan Faza)

Elephant Kind membuka tahun 2026 dengan merilis empat lagu baru yang menjadi pengantar album studio ketiga mereka, ‘More Time’. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, trio ini juga menghadirkan versi live dari keempat lagu itu, sebuah langkah yang menunjukkan kesiapan mereka membawa materi baru ke panggung internasional.

Dengan perpaduan indie alternatif lintas genre dan sensibilitas pop yang tajam, Elephant Kind terus mengembangkan identitas suara yang lahir dari perjalanan mereka antara Jakarta, London, dan berbagai kota lain.

Band yang diperkuat Bam Mastro pada vokal dan gitar, Bayu Adisapoetra di drum, serta Kevin Septanto pada bass ini mengolah pengalaman perpindahan tempat, pertumbuhan personal, dan eksplorasi sonik menjadi musik yang terasa luas. Pendekatan mereka yang terbuka terhadap berbagai pengaruh menghasilkan perhatian kritis yang terus tumbuh, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seiring ambisi global yang semakin nyata.

Empat lagu terbaru berjudul “Plan”, “Hooked”, “Strangest Thing”, dan “Exactly What I Needed” menampilkan sisi Elephant Kind yang lebih energik dengan nuansa dance yang kuat. Seluruhnya dirilis bersama video live yang direkam di Jakarta.

“Plan” dan “Exactly What I Needed” diproduseri langsung oleh Bam Mastro, sementara “Hooked” dan “Strangest Thing” digarap bersama produser Iain Berryman, yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Arcade Fire, Wolf Alice, hingga Sam Fender.

Proses rekaman dilakukan di Narcissus Studios, London, dengan engineer Drew Dungate-Smith. Tahap mixing ditangani oleh Robert Adam Stevenson, yang pernah bekerja dengan Queens of the Stone Age dan Jeff Beck, sedangkan mastering dilakukan oleh Christian Wright di Abbey Road Studios.

Elephant Kind

Dibangun di atas lirik yang kuat dan produksi dinamis, keempat lagu ini menangkap Elephant Kind dalam fase paling berani secara sonik. Mereka menjembatani ruang antara refleksi personal dan pelepasan emosi yang terasa katarsis.

Album ‘More Time‘, yang dijadwalkan rilis pada 27 Maret 2026, dikembangkan sepanjang periode 2023 hingga 2025, masa yang penuh perubahan penting bagi band. Album ini hadir sebagai karya paling personal sekaligus paling luas dalam katalog mereka.

‘More Time’ bergerak sebagai eksplorasi lintas genre tentang perubahan, kerinduan, dan pencarian makna di tengah dunia yang bergerak cepat. Ditulis di antara hiruk pikuk Jakarta dan suasana kontemplatif London, album ini menjadi titik penting dalam perjalanan kreatif mereka.

Diproduseri secara mandiri dengan dukungan Iain Berryman pada beberapa lagu, termasuk single “Man Enough”, album ini direkam di Narcissus Studios dan Premises Studios di London sebelum diselesaikan di Jakarta. Mixing kembali dipercayakan kepada Robert Adam Stevenson, dengan mastering oleh Christian Wright di Abbey Road.

Hasilnya adalah sebuah pernyataan artistik tentang ketahanan, pertumbuhan, dan kejujuran tanpa filter, menggambarkan band yang meninggalkan fase lama sambil membawa pelajaran dari perjalanan mereka.

‘More Time’ menunjukkan Elephant Kind yang semakin percaya diri dengan identitasnya. Mereka dengan bebas menggabungkan akar alt rock dengan breakbeat, serta balada melankolis dengan energi lantai dansa. Album ini tidak hanya meminta waktu dari pendengar, tetapi juga perhatian penuh.

Bam Mastro menyebut perilisan ini sebagai momen penting setelah enam tahun tanpa album penuh. Menurutnya, ‘More Time’ menggabungkan berbagai spektrum seperti hip hop, house, rock, dan elemen lain yang sulit untuk dikategorikan, membentuk perjalanan sonik yang berpindah dari satu suasana ke suasana lainnya.

Band Elephant Kind

Reputasi Elephant Kind sebagai band dengan pendekatan lintas genre terus memperkuat basis penggemar global mereka. Musik yang khas, visual sinematik, dan performa panggung yang intens membuat mereka dikenal sebagai salah satu grup Indonesia dengan jangkauan internasional paling konsisten.

Sepanjang 2025, mereka tampil di sejumlah festival besar di Inggris dan Eropa seperti YNot, Tramlines, dan Wilderness, menjalani tur utama yang tiketnya habis terjual, serta tampil di Radio X, BBC Radio 6 Music, dan BBC Introducing. Kepulangan mereka ke Jakarta ditandai konser besar dengan 3.000 tiket yang ludes dalam hitungan menit, menjadi pertunjukan terbesar mereka hingga kini.

Memasuki 2026, perilisan ‘More Time’ bertepatan dengan rencana rangkaian pertunjukan di Asia dan tur utama di Inggris pada September. Direkam di London, di-mix di Los Angeles, dan dirampungkan di Jakarta, album ini menjadi pernyataan paling ambisius Elephant Kind sejauh ini, sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu nama penting dari skena alternatif yang terus bergerak melampaui batas geografis.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *