New Tracks
Midnight Meowth Semakin Liar, Suarakan Kritik Sosial Lewat Single “Apple Cat Apple Bee”
Midnight Meowth kembali menunjukkan amunisinya di 2025 lewat single anyar berjudul “Apple Cat Apple Bee”. Unit hardcore asal Malang yang gemar memadukan keresahan sosial dengan kultur Jepang ini sebelumnya sudah mengisi tahun dengan tiga rilisan, yakni “BAKAYARO!”, “Past”, dan “Tsuyoku Are”. Formasi mereka tetap solid: Nisa pada vokal, Welly dan Ocin di gitar, Obed di bass, serta Biting di drum.
Judul “Apple Cat Apple Bee” terdengar ringan, tetapi di baliknya tersimpan semacam simbol yang lahir dari kegelisahan kolektif. Lagu ini tercetus dari sebuah artwork yang muncul di tengah masa krisis, lalu diterjemahkan menjadi semacam kode protes sosial.
Obed menulis lirik dengan nada kritik, mengangkat isu ketidakadilan dan kekerasan yang dijalankan mereka yang semestinya menjaga rakyat. Bahasa Jepang dan Inggris diracik khas Midnight Meowth, menghadirkan kesan satir dan lantang. Welly menggambarkannya dengan lugas: masih ada saja pihak yang manipulatif dan tanpa empati, sementara kata “oknum” justru kian kabur maknanya.
Dari sisi musikal, “Apple Cat Apple Bee” dirancang sebagai anthem penuh energi yang mengingatkan pada hardcore era 2010-an. Referensinya jelas: Comeback Kid, Your Demise, Ignite, hingga Bane. Gitar melodik yang kental, bassline yang meminjam nuansa pop Jepang, serta tempo yang menggugah moshpit membuat lagu ini terdengar siap meledakkan panggung. Nisa bahkan berharap bagian sing-along dengan teriakan “Apple Cat~, Apple Bee~” bisa menjadi momen kolektif saat dibawakan langsung.
Produktivitas Midnight Meowth tahun ini cukup mengejutkan, mengingat mereka sempat redup karena jarak antar-personel sejak 2021. Identitas “weaboo hardcore” yang mereka klaim justru tumbuh makin matang. Bagi mereka, memasukkan elemen budaya Jepang bukan sekadar gimmick, tetapi cara menjaga energi musik tetap terasa segar. Obed menyebut, bahkan Biting yang awalnya cuek soal dunia wibu kini ikut larut, menyebutnya sebagai “kewibuan dengan distorsi”.
Kisah di balik proses rekaman pun tak jauh dari nuansa khas mereka: dari take vokal yang ditemani sisa pinggiran pizza hingga gelak tawa yang muncul di setiap jeda. Detail-detail kecil ini memperkuat kesan bahwa bagi Midnight Meowth, musik bukan sekadar produk, tetapi ruang pertemanan sekaligus pelampiasan energi.
“Apple Cat Apple Bee” diproyeksikan sebagai jembatan menuju album penuh perdana mereka. Band ini bahkan sudah merencanakan video musik yang menurut mereka akan terasa “sangat Jepang, tapi tetap membumi dengan kearifan lokal”.
Dengan rilisan ini, Midnight Meowth menegaskan bahwa kritik sosial tak melulu harus kaku. Mereka tetap menghadirkannya dengan nuansa fun, mengajak pendengar untuk berteriak bersama, sekaligus meneguhkan semangat kolektif yang selalu menjadi roh skena hardcore.
Single “Apple Cat Apple Bee” kini sudah bisa didengarkan di seluruh layanan streaming musik digital.
