International

Modern Woman Meramu Kontras Emosi Di Single “Dashboard Mary”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Modern Woman
Modern Woman (credit: Alex Stephen Thurson)

Kolektif art-rock dari London, Modern Woman, akhirnya mengumumkan album debut mereka yang berjudul ‘Johnny’s Dreamworld’. Album ini dijadwalkan rilis pada 1 Mei melalui One Little Independent Records, melanjutkan perjalanan band yang dikenal dengan pendekatan musiknya yang unik. Pengumuman ini juga disertai dengan peluncuran single utama berjudul “Dashboard Mary”, sebuah lagu naratif dengan nuansa sinematik yang kuat.

“Dashboard Mary” menggambarkan suasana tegang yang khas di pagi hari setelah malam yang panjang, menuju klimaks yang emosional. Lagu ini terasa seperti potongan cerita yang perlahan terungkap, menyoroti sisa-sisa euforia, penyesalan, dan keputusan yang sering muncul setelah momen ekstase berlalu.

Nuansa ini semakin diperkuat oleh video musik yang direkam dengan film 16mm, menghadirkan estetika surealis yang diambil di berbagai lokasi, mulai dari Islandia hingga London.

Sophie Harris, sosok utama di balik Modern Woman, menjelaskan bahwa lagu ini memang ditulisnya dengan pendekatan seperti sebuah film. Ia tertarik untuk menggali perasaan “the morning after” dan merefleksikan pilihan-pilihan yang diambil pada malam sebelumnya. Pendekatan naratif ini sejalan dengan gaya penulisan Harris yang dekat dengan dunia sastra dan pengamatan emosional yang tajam.

Pembuatan video “Dashboard Mary” juga menjadi pengalaman baru bagi Harris, yang untuk pertama kalinya berperan sebagai sutradara. Proses pengambilan gambar dilakukan di Islandia untuk adegan bersalju, pantai di pesisir selatan Inggris, beberapa lokasi di London, hingga sebuah apartemen di kawasan Barbican.

Video ini digambarkan sebagai rangkaian mimpi, di mana karakter utama terbangun di satu tempat, lalu kembali tertidur dan muncul di lokasi lain. Harris menyebutnya sebagai representasi alam bawah sadar, dengan sesuatu yang terus mengikuti karakter tanpa pernah benar-benar terlihat.

Modern Woman Band

Diproduseri oleh Joel Burton, album ‘Johnny’s Dreamworld’ mengeksplorasi apa yang disebut Harris sebagai “puisi aneh” dari kehidupan sehari-hari. Lirik-liriknya menyentuh tema fiksasi, sisi feminin yang mentah, serta emosi yang sering kali tersembunyi. Secara musikal, album ini bergerak antara kontras lembut dan keras. Lapisan biola dan saksofon yang detail berpadu dengan ritme yang energik, menciptakan dinamika yang terasa hidup dan tidak statis.

Album ini juga menjadi tanda evolusi Modern Woman dari proyek solo Sophie Harris menjadi unit empat orang yang solid. Perpaduan post-punk, avant-garde, dan folk tidak terasa sebagai tempelan, melainkan menyatu menjadi karakter band yang labil, unik tapi tetap menarik.

Filosofi ini, menurut Harris, berakar dari ketertarikannya pada hal-hal yang saling bertentangan: lembut dan kasar, bising dan senyap, mentah dan rapi, yang bertemu dalam satu bentuk baru.

Menjelang perilisan album, Modern Woman tengah menjalani tur Eropa dan Inggris sebagai band pembuka untuk Ezra Furman. Tur ini menjadi ajang pemanasan sekaligus cara untuk memperkenalkan penampilan panggung mereka yang dikenal intens, sebelum ‘Johnny’s Dreamworld’ resmi hadir pada musim semi mendatang.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *