Music News

Morrissey Klarifikasi Status Morrissey.com Usai Terjual Di GoDaddy

Diterbitkan

pada

Morrissey
Morrissey (credit: David Mushegain)

Domain resmi Morrissey.com telah berpindah tangan setelah terjual dalam lelang yang diadakan oleh platform registrar GoDaddy. Menariknya, Morrissey sendiri tidak ikut mengajukan penawaran untuk membeli domain yang selama ini identik dengan namanya.

Kabar ini disampaikan langsung oleh mantan vokalis The Smiths itu melalui situs resminya, MorrisseyCentral.com, pada Selasa, 10 Februari. Dalam pernyataan singkatnya, Morrissey menegaskan bahwa sejak 25 Januari 2026, domain Morrissey.com telah dimiliki oleh pihak lain dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan dirinya maupun tim manajemennya.

Menurut laporan yang beredar, domain tersebut terjual seharga 11.253 dolar AS (sekitar Rp. 189 juta). Pemilik baru segera mengaktifkan versi terbaru situs tersebut, yang kini menampilkan foto Gedung Parlemen Inggris di London disertai slogan, “I’m not far right, I’m not far left, I’m… far FORWARD”.

Website Morrissey.com

Kalimat tersebut tampaknya merujuk pada posisi politik Morrissey yang sering menjadi perbincangan, sekaligus mengingatkan pada kaus dengan pesan serupa yang pernah ia kenakan di atas panggung.

Dalam beberapa tahun terakhir, Morrissey beberapa kali memberikan klarifikasi terkait pandangan politiknya. Pada 2018, ia menyatakan dirinya bukan bagian dari kubu kiri ekstrem maupun kanan ekstrem, melainkan seorang humanis.

Pernyataan itu kembali ditegaskan pada 2023 setelah kontroversi seputar dukungannya terhadap partai For Britain. Saat itu ia menyebut dirinya “pasti bukan kanan ekstrem” dan menggambarkan pandangan politiknya sebagai pengakuan terhadap realitas, meski tidak semuanya mudah diterima oleh logika.

Sebelum dilelang, Morrissey.com sempat dimiliki oleh beberapa pihak berbeda, termasuk seorang perancang busana bernama Peter Morrissey dan individu yang menempati domain tersebut tanpa afiliasi resmi. Kesempatan untuk merebut kembali alamat web itu sebenarnya terbuka ketika GoDaddy melelangnya, namun Morrissey memilih untuk tidak ikut serta dalam proses penawaran.

Morrissey live performance

Penampilan Morrissey (credit: Boca Magazine)

Di tengah kabar soal domain tersebut, Morrissey bersiap merilis album solo terbarunya, ‘Make-Up Is A Lie‘, yang dijadwalkan rilis pada 6 Maret melalui label Sire/Warner. Album ini menjadi rilisan solo pertamanya dalam enam tahun terakhir sejak ‘I Am Not A Dog On A Chain’ pada 2020.

Ia telah memperkenalkan proyek tersebut lewat lagu utama berjudul sama dan single terbaru, “Notre-Dame”. Versi studio dari “Notre-Dame” menarik perhatian karena tidak menyertakan salah satu lirik kontroversial yang bertema terorisme yang sebelumnya dinyanyikannya saat tampil langsung.

Untuk mendukung perilisan album, Morrissey dijadwalkan menjalani tur Eropa dan akan menggelar satu-satunya konsernya di Inggris tahun ini di The O2 Arena, London, pada 28 Februari. Beberapa jadwal konser di Amerika Serikat sebelumnya sempat dibatalkan karena kondisi kesehatan sang artis.

Tahun lalu, Morrissey juga mengungkapkan kelelahan emosional terkait hubungannya dengan mantan rekan-rekan satu band di The Smiths. Ia bahkan sempat menawarkan seluruh kepentingan bisnisnya yang berkaitan dengan band tersebut kepada investor atau pihak yang berminat. Tapi penawaran itu dihentikan tak lama setelah menerima banyak respon negatif dari para penggemar The Smiths .

Perpindahan kepemilikan Morrissey.com menambah satu babak baru dalam perjalanan karier musisi yang kerap memicu perdebatan ini. Di saat yang sama, fokus publik kini tertuju pada album barunya dan bagaimana ia akan melanjutkan fase berikutnya sebagai solois.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *