International
NewDad Menemukan Identitas Baru Lewat Album Kedua ‘Altar’
NewDad mengajak pendengarnya untuk masuk kedalam sebuah perjalanan emosional melalui album kedua mereka, ‘Altar‘, yang menggambarkan pengalaman memulai hidup baru beserta segala konsekuensinya. Setelah meninggalkan kampung halaman di Galway dan beradaptasi dengan kesibukan kota London, band ini mengekspresikan rasa rindu akan rumah dan pengorbanan demi mengejar mimpi dalam musik mereka.
Alih-alih terjebak dalam kesedihan, NewDad mengubah perasaan tersebut menjadi suara yang kuat dan reflektif, menyajikannya dalam sebuah album yang elegan namun tetap berani.
Sejak awal, ‘Altar’ terasa seperti perjalanan emosional yang membawa pendengar dari rasa gelisah menuju momen-momen kecil yang penuh ketenangan. Pertumbuhan band ini tampak jelas, tidak hanya melalui lirik, tetapi juga melalui lanskap sonik yang mereka ciptakan. Album ini dibuka dengan “Other Side”, sebuah lagu yang menyelimuti telinga dengan ketegangan, diwarnai oleh riff gitar yang jernih dan langsung menciptakan suasana introspektif.
Kemudian muncul “Roobosh”, sebuah ledakan energi mentah yang menangkap momen pembebasan dari pergulatan batin. Berlawanan dengan itu, “Pretty” hadir sebagai ode tulus tentang rumah, sederhana dalam lirik tetapi penuh dengan nostalgia dan kerinduan. Perpindahan dari satu lagu ke lagu lainnya terasa seperti bab-bab dalam sebuah buku, masing-masing menjadi langkah kecil dalam perjalanan yang lebih besar.
Dibandingkan dengan karya sebelumnya, ‘Altar’ menunjukkan kematangan yang lebih dalam dalam bermusik. Suara instrumen terasa lebih kaya, dengan gitar berlapis-lapis yang berpadu harmonis dengan pukulan drum yang fluktuatif, menciptakan rasa penasaran di hampir setiap trek.
Penulisan lagu di album ini menunjukkan evolusi yang signifikan. NewDad tampak semakin percaya diri, menyajikan komposisi yang lebih rapi dan penuh tujuan. Perpaduan instrumen yang kaya menghadirkan kedalaman baru pada setiap trek, namun tetap mempertahankan keintiman yang membuat musik mereka terasa dekat.
Album ini berdiri di persimpangan kekuatan dan kerentanan, dua sisi yang saling melengkapi dan justru memberi keindahan tersendiri pada keseluruhan narasi.
Di balik lapisan instrumen yang rapi, ‘Altar’ adalah sebuah potret transformasi besar dalam perjalanan NewDad. Mereka tidak ragu memperlihatkan beban emosional yang datang seiring usaha artistik mereka. Ada keberanian untuk membuka diri, mengakui kerentanan, dan menyulapnya menjadi karya yang terasa jujur dan elegan.
‘Altar’ tidak hanya mencerminkan kedewasaan pribadi para anggotanya, tetapi juga menjadi momen penting dalam perkembangan suara mereka. Dengan mengubah ketidakpastian menjadi karya seni, NewDad menunjukkan diri sebagai suara yang relevan bagi generasinya.
Album ini lebih dari sekadar kisah tentang pindah kota atau kerinduan akan rumah, tetapi menjadi pernyataan identitas musik, sebuah deklarasi bahwa NewDad bukan sekadar band baru, melainkan sosok yang siap mengambil posisi penting di dunia musik alternatif saat ini.


