International

Nick & June Menjelajahi Kerapuhan Memori Dalam Single “Anthem”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Nick & June

Beberapa lagu memilih menengok ke masa lalu, tapi “Anthem” bergerak ke arah sebaliknya. Single terbaru dari duo asal Jerman, Nick & June, terasa seperti suara kenangan yang terus hidup di tengah waktu yang berjalan.

Dengan nuansa indie rock yang dipadukan dengan synth berkilau, lagu ini menciptakan atmosfer yang luas dan lembut, seperti parade spontan yang diikuti oleh semua orang tanpa perlu aba-aba.

Lagu ini lahir dari percakapan dengan kakek saya,” kata Nick Wolf. “Ia mulai menyadari bahwa dirinya perlahan menghilang, bahwa kisah hidupnya memudar.”

Momen itu menjadi dasar emosional bagi “Anthem”, sebuah refleksi tentang ingatan yang memudar dan identitas yang perlahan hilang. Di zaman di mana dokumentasi digital menjanjikan keabadian, pengakuan akan kefanaan justru terasa lebih manusiawi dan menyentuh.

Liriknya mengalir seperti potongan mimpi yang terfragmentasi. Baris “Hello, take my mind, we’re calling in sober / I feel like I skipped a movie while the background myths remain” menggambarkan kehilangan arah di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat.

Sementara kalimat seperti “We kill the lovers, we kill the beasts and all the bastards you fall asleep with” hadir sebagai mantra untuk menata pikiran yang berantakan. “Tujuannya bukan menjelaskan, tapi mengamati,” ujar Nick.

Duo Nick & June

Secara musikal, “Anthem” berada di antara melankoli dan perlawanan. Dentuman drum yang kuat menopang melodi lembut, sementara synth yang berkilau terasa seperti cahaya senja yang tak ingin padam.

Saya selalu ingin menjadi drummer,” kata Suzie-Lou Kraft sambil tertawa. “Jika itu terwujud, saya ingin memainkan lagu ini dengan jari tengah teracung, sebagai penghormatan untuk Kurt Cobain.” Sentimen ini terasa dalam lagu: sebuah pembebasan emosional yang tetap mempertahankan keindahan.

“Anthem” menjadi penutup simbolis dari trilogi konsep “Lovers, Beasts and Bastards”. Suzie-Lou menyebut lagu ini sebagai “cara kami menutup pintu tanpa menguncinya”. Ada rasa nostalgia yang menggantung, tetapi juga ketenangan dalam menerima bahwa segala sesuatu memang harus berlalu.

Album baru Nick & June, yang dijadwalkan rilis pada musim gugur 2025, direkam di Pantai Timur Amerika Serikat, dengan Bridgeport, Connecticut sebagai pusat proses kreatif.

Mereka kembali bekerja sama dengan produser Peter Katis (The National, Interpol) dan melibatkan sejumlah kolaborator internasional seperti The Antlers, Russian Red, dan Owen Pallett (Arcade Fire). Album ini menggali tema tentang ketahanan, kehilangan, dan keindahan di antara pergantian babak hidup.

Nick & June, yang terdiri dari Suzie-Lou Kraft dan Nick Wolf, sebelumnya dikenal lewat lagu-lagu dalam album seperti “My November My” dan ‘Beach Baby, Baby‘. Musik mereka menggabungkan elemen indie folk, dream pop, dan alt-rock, menciptakan suasana sinematik yang mengalun lembut.

Dengan lagu “Anthem” dan album baru yang segera dirilis, mereka tidak hanya menciptakan musik, tetapi juga mengubah cara kita memaknai kenangan.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *