New Tracks
No Heart Feeling Rilis Maxi Single “Unresisted/Kill Myself”, Keputusasaan Untuk Kota Yang Depresif
Julukan Malang sebagai Kota Emo tampaknya masih relevan hingga hari ini. Dari kota ini, rilisan-rilisan bernuansa emo terus bermunculan dan menjaga denyut skena tetap hidup. Salah satu yang kembali mencuri perhatian datang dari No Heart Feeling, unit emo asal Malang yang terbentuk pada 2017 dan kini kembali melangkah dengan semangat baru. Band ini digawangi oleh Dicky pada vokal, Randi di gitar utama, Danang pada bass, Gavril di gitar ritme, serta Niel di belakang drum.
Setelah melewati perjalanan panjang yang tidak selalu mulus, No Heart Feeling memutuskan untuk mengambil langkah penting di penghujung 2025 dengan merilis maxi single bertajuk “Unresisted/Kill Myself” pada 12 Desember lalu. Rilisan ini sekaligus menjadi fase rebranding mereka, dari band yang lahir di bangku SMA menjadi unit yang lebih matang dalam memaknai musik dan pengalaman personal masing-masing anggotanya.
Dua lagu dalam maxi single tersebut mengangkat tema tentang kesedihan, keputusasaan, dan kondisi mental yang berada di titik terendah. Alih-alih merayakan keterpurukan, No Heart Feeling justru memosisikan lagu-lagu ini sebagai ruang pelampiasan emosi.
Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas, bahwa perasaan terpuruk adalah sesuatu yang manusiawi dan tidak perlu dihadapi sendirian. Melalui lirik-lirik yang emosional, band ini mengajak pendengar untuk merasa ditemani, meski hanya lewat suara.
Seluruh materi lagu ditulis oleh Dicky Rizal dan dirilis melalui Haum Entertainment, label independen asal Malang yang juga menaungi proses rekamannya. Maxi single ini direkam di Haum Studio dengan bantuan Dheka, Axel, dan Abu. Dari sisi musikal, “Unresisted/Kill Myself” bergerak di jalur emo awal 2000-an yang sarat emosi, dengan permainan gitar melankolis, tempo yang dinamis, serta vokal scream yang terdengar pilu.
Arah musik tersebut tidak lepas dari referensi yang sejak lama melekat pada No Heart Feeling. Nama-nama seperti Pierce The Veil, Sleeping With Sirens, dan Saosin menjadi rujukan utama, baik dalam membangun atmosfer lagu maupun dalam cara menyampaikan emosi secara langsung tanpa banyak lapisan. Karakter ini terasa konsisten dengan selera personal tiap personel, sekaligus memberi identitas yang jelas di tengah skena emo lokal.
Setelah terakhir merilis materi pada 2023, kemunculan maxi single ini memperlihatkan kesiapan No Heart Feeling untuk kembali aktif dan bersuara. Persona baru yang mereka tampilkan bukan hanya perubahan visual, melainkan juga pendewasaan dalam memandang pengalaman hidup dan relasi emosional dengan pendengar.
Di tengah kembalinya geliat musik emo di Malang, No Heart Feeling tampak siap mengambil peran dan meramaikan skena lokal di tahun mendatang.
“Unresisted/Kill Myself” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital. Maxi single ini diharapkan bisa menjadi teman bagi pendengar yang sedang berada di fase rapuh, gelisah, atau sekadar membutuhkan musik yang bisa diajak berbagi beban.
