International
Obey The Kraken Rilis “Netherworld”, Atmosfer Gelap Tanpa Kompromi
Obey The Kraken kembali memperlihatkan kekuatan mereka di ranah extreme metal melalui single terbaru berjudul “Netherworld“. Lagu ini menjadi single kedua yang diambil dari EP mendatang mereka, ‘Apocrypha’, yang dijadwalkan rilis pada 10 April melalui Seek & Strike.
Sebelumnya, band asal Jerman ini lebih dulu membuka rangkaian rilisan tersebut lewat single “Betrayer”, lagu yang memberi gambaran awal mengenai konsep gelap yang menjadi fondasi musikal mereka. Kini, melalui “Netherworld”, Obey The Kraken melangkah lebih jauh ke dalam atmosfer yang lebih pekat dan brutal.
Lagu ini menghadirkan dentuman deathcore yang intens dengan vokal dalam yang terasa seperti berasal dari ruang bawah tanah, breakdown keras yang menghantam, serta riff gitar berat yang bergerak seperti runtuhan bangunan raksasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Obey The Kraken mulai mencuri perhatian dari skena extreme metal bawah tanah di Jerman yang dikenal semakin agresif. Band ini dikenal tidak hanya karena intensitas musiknya, tetapi juga karena pendekatan naratif yang kuat dalam setiap karya mereka.
Musik mereka sering kali disusun seperti sebuah kisah yang berkembang dari satu lagu ke lagu lainnya, memberikan pengalaman mendengarkan yang terasa seperti memasuki dunia cerita yang kelam.
Konsep tersebut kembali menjadi fondasi utama dalam EP ‘Apocrypha’. Rilisan ini mengangkat kisah bergaya apokaliptik yang terinspirasi dari mitologi religius dan simbolisme kitab suci.
Ceritanya berkisar pada malaikat yang diusir dari surga, lalu membentuk aliansi dengan kekuatan neraka sebelum akhirnya berusaha menantang tatanan surgawi itu sendiri. Setiap lagu di dalam EP tersebut berperan seperti bab yang membawa pendengar semakin dalam ke dalam cerita.
Jika “Betrayer” sebelumnya berfungsi seperti pintu masuk menuju dunia tersebut, maka “Netherworld” terasa seperti tarikan langsung menuju jurang yang lebih gelap. Lagu ini mengedepankan karakter deathcore yang keras dan tanpa kompromi, sekaligus memperkuat atmosfer mitologis yang menjadi ciri khas band.
Distorsi gitar yang berat berpadu dengan ritme yang menghantam secara konstan, menciptakan komposisi yang terasa padat energi dari awal hingga akhir.
Obey The Kraken menyatakan bahwa EP ‘Apocrypha’ memiliki arti penting dalam perjalanan mereka. Awalnya, mereka tidak merencanakan untuk membuat EP kedua setelah merilis karya sebelumnya, ‘Worship The Sunken God‘, tahun lalu. Tapi seiring dengan proses kreatif yang berjalan, mereka merasa masih memiliki banyak cerita yang ingin disampaikan dalam dunia narasi yang telah mereka bangun.
Menurut band ini, mereka secara sadar mempertahankan formula musikal dari EP pertama agar pendengar yang sudah mengikuti karya mereka sebelumnya tetap merasakan kesinambungan. Meski demikian, Apocrypha juga memberi ruang bagi eksplorasi yang lebih luas. Dalam proses produksi, seluruh pengerjaan dilakukan secara mandiri oleh band, sehingga mereka memiliki kendali penuh terhadap karakter suara yang ingin dihasilkan.
Pendekatan tersebut menghasilkan komposisi yang terasa masif, berat, dan tetap jelas secara produksi. Setiap elemen dirancang untuk mendukung cerita tanpa membuat aransemen menjadi terlalu rumit. Bagi Obey The Kraken, lirik memegang peran penting dalam keseluruhan konsep musik mereka.
Jika EP pertama menceritakan kisah kebangkitan Cthulhu dalam empat lagu, maka Apocrypha mengembangkan pendekatan yang sama dengan narasi baru tentang malaikat yang jatuh dan konflik kosmis yang mengikutinya.
Melalui EP terbarunya ini, Obey The Kraken mencoba menghadirkan pengalaman mendengarkan yang menyatukan cerita dan kekerasan musikal dalam satu kesatuan. Setiap riff gitar terdengar seperti senjata, setiap breakdown terasa seperti hantaman palu, dan setiap bagian lagu dirancang untuk meninggalkan jejak yang kuat.
Dengan “Netherworld” sebagai salah satu pengantar, band ini memperlihatkan bahwa perjalanan menuju dunia Apocrypha baru saja dimulai, dan intensitasnya hanya akan semakin dalam.


