Flash News

Pink Floyd Lepas Video Musik Lagu “Wish You Were Here” 50 Tahun Setelah Perilisan

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Pink Floyd
Pink Floyd (Credit: Far Out / Roger Tillberg / Alamy)

Pink Floyd resmi merilis video musik untuk lagu “Wish You Were Here”, tepat setengah abad setelah lagu dan albumnya pertama kali dirilis pada 1975. Kehadiran video ini menyusul perilisan ulang album klasik tersebut dalam format digital dan fisik edisi 50 tahun yang diluncurkan awal bulan ini, sekaligus memperluas perayaan panjang atas salah satu katalog paling berpengaruh dalam sejarah musik modern.

Video musik “Wish You Were Here” dibuka dengan visual bulan yang tenang, sebelum beralih ke rangkaian gambar surealis. Sejumlah potongan visual muncul silih berganti, mulai dari sperma yang berlomba menuju sel telur, mata yang dipenuhi kobaran api, hingga kilatan cahaya yang melesat di tengah gelap.

Seiring berjalannya lagu, video tersebut menampilkan momen-momen intim dari Pink Floyd, termasuk arsip lama mereka di studio dan momen-momen spontan saat berlari di stasiun kereta bawah tanah. Seluruh adegan tersebut dirangkai dengan animasi psikedelik berupa figur kecil yang melayang menembus ruang dan waktu, menciptakan nuansa reflektif yang selaras dengan tema kehilangan dan kerinduan yang melekat pada lagu ini.

Album “Wish You Were Here” telah mencatatkan sejarah yang signifikan sejak pertama kali dirilis. Pada tahun 1975, album ini langsung meraih posisi teratas di tangga lagu.

Pink Floyd Band single Wish You Were Here

Pink Floyd (credit: Storm Thorgerson/Sony Music)

Pencapaian tersebut kini mendapat konteks baru setelah edisi ulang tahunnya kembali meraih posisi teratas, membuat Pink Floyd tercatat sebagai artis dengan rentang terpanjang antara album nomor satu pertama dan terakhir. Jaraknya mencapai 2.620 minggu, atau lebih dari 50 tahun, sebuah rekor yang menunjukkan daya tahan karya mereka di berbagai generasi.

Keberhasilan ini juga menjadi album nomor satu kedua Pink Floyd sepanjang tahun ini. Sebelumnya, mereka meraih pencapaian serupa lewat “Pink Floyd At Pompeii – MCMLXXII”, album live dari pertunjukan tahun 1971 yang awalnya dirilis sebagai film konser pada 1972, lalu kembali dirilis dengan audio remix pada tahun ini.

Sebagai bagian dari perayaan 50 tahun “Wish You Were Here”, Pink Floyd juga membuka sejumlah toko pop-up di Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Di lokasi-lokasi tersebut, penggemar dapat menemukan berbagai rilisan eksklusif, termasuk edisi khusus fanzine Brain Damage yang hanya tersedia selama rangkaian acara ini berlangsung.

Perayaan ini turut melibatkan seniman lintas disiplin. Noel Fielding diketahui menciptakan sejumlah lukisan yang terinspirasi oleh sosok Syd Barrett, khususnya untuk merayakan perilisan ulang “Shine On You Crazy Diamond”. Langkah ini semakin menunjukkan bahwa warisan Pink Floyd tidak hanya hidup dalam musik, tetapi juga terus memengaruhi ranah seni dan budaya populer hingga hari ini.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *