New Tracks
Rain Of Doom Panaskan Skena Thrash Bogor Lewat Dua Demo Perdana
Bogor kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lumbung musik cadas di Indonesia. Dari kota yang akrab dijuluki Kota Hujan ini, unit thrash metal baru bernama Rain Of Doom resmi memperkenalkan diri ke publik lewat perilisan dua single demo sekaligus, “Unseen Damage” dan “Devil Destruction”. Dua lagu ini hadir sebagai pemantik awal yang langsung menyasar ruang paling liar dari skena moshpit.
Rain Of Doom terbilang sangat muda. Band ini baru dibentuk pada tahun 2025, namun semangat yang mereka bawa terasa seperti ledakan dari era klasik thrash metal. Akar old-school menjadi fondasi utama, sementara sentuhan agresi modern membuat materi mereka terdengar relevan dengan kondisi saat ini.
Mereka tidak hanya ingin meramaikan, tetapi juga berambisi untuk menjadi penerus tradisi musik keras Bogor yang sudah lama dikenal produktif dan berkarakter.
Secara formasi, Rain Of Doom diisi oleh Seno pada vokal, Anton dan Ari Ocew di gitar, Imam di bass, serta Budi Apiw di drum. Kombinasi ini menghasilkan karakter musikal yang lugas dan tanpa basa-basi.
Permainan gitar mengandalkan down-stroke cepat yang rapat, ditopang dentuman drum yang presisi dan cenderung tanpa kompromi. Di atas semuanya, vokal Seno terdengar penuh amarah, menggeram, dan sengaja dibiarkan kasar untuk menjaga intensitas.
Dua lagu yang mereka rilis memperlihatkan arah narasi yang jelas. “Unseen Damage” melaju dalam tempo tinggi dengan riff yang terus menekan dari awal hingga akhir. Lagu ini membahas kerusakan yang tidak selalu terlihat di permukaan, baik secara mental maupun sistemik, tapi perlahan menggerogoti dan bisa berujung fatal. Tema ini disampaikan tanpa metafora berlebihan, sejalan dengan karakter thrash yang mereka usung.
Sementara itu, “Devil Destruction” menampilkan sisi Rain Of Doom yang lebih frontal dan provokatif. Lagu ini terasa seperti ajakan untuk melawan, dengan energi yang lebih beringas dan struktur yang lebih menyerang. Liriknya merefleksikan perlawanan terhadap otoritas destruktif yang mengekang nilai kemanusiaan, sebuah topik klasik dalam musik metal yang tetap relevan di tengah situasi sosial hari ini.
Langkah awal Rain Of Doom tidak berjalan sendiri. Mereka berada di bawah naungan Jams Rock Music, manajemen yang dipimpin oleh Kiki Risyandi. Dukungan ini memberi ruang bagi band untuk fokus pada eksplorasi musikal, sekaligus membuka peluang distribusi yang lebih luas di ranah musik ekstrem. Kolaborasi antara visi liar band dan pendekatan manajemen yang rapi menjadi modal penting untuk perjalanan mereka ke depan.
Demo “Unseen Damage” dan “Devil Destruction” kini sudah dapat diakses melalui Bandcamp, YouTube, dan SoundCloud. Dengan dua lagu ini, Rain Of Doom memberi sinyal bahwa Bogor masih terus melahirkan suara keras yang siap bersuara lantang, tanpa rasa takut, dan tanpa niat untuk melunak.
