Music News
Record Store Day 2026 Siap Digelar, Rilisan Eksklusif Kembali Jadi Daya Tarik
Record Store Day resmi mengumumkan tanggal pelaksanaan edisi 2026. Perayaan tahunan yang menyoroti keberlangsungan toko rekaman independen dan budaya piringan hitam ini akan kembali digelar pada Sabtu, 18 April 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-19 sejak pertama kali diluncurkan pada 2007, Record Store Day tetap menjadi salah satu momen yang paling ditunggu dalam kalender musik global, khususnya di Inggris.
Tahun ini, lebih dari 280 toko rekaman independen di Inggris dipastikan ambil bagian. Angka tersebut belum termasuk ribuan retailer independen lain di berbagai negara yang juga berpartisipasi secara serentak.
Seperti tradisi sebelumnya, toko-toko tersebut akan menyediakan berbagai rilisan fisik eksklusif, mayoritas dalam format vinyl, yang hanya tersedia pada hari itu. Selain penjualan rilisan khusus, sejumlah toko juga akan menggelar acara in-store, mulai dari pertunjukan akustik, sesi temu penggemar, hingga pemutaran rekaman langka.
Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Record Store Day akan merilis daftar ratusan judul vinyl yang disiapkan khusus untuk acara ini.
Daftar tersebut biasanya mencakup rekaman edisi terbatas, rilisan ulang album klasik, hingga materi eksklusif dari musisi kontemporer lintas genre. Untuk tahun ini, sejumlah mitra kembali terlibat, termasuk BBC Radio 6 Music, Bowers & Wilkins, Jack Daniel’s x Metropolis: REVIVE LIVE, serta War Child sebagai mitra amal resmi.

Salah satu toko yang menjual Rilisan Fisik di acara Record Store Day
Rich Clarke, Head of Music di War Child, menyatakan kegembiraannya atas keberlanjutan kerja sama tersebut. Menurutnya, Record Store Day bukan hanya perayaan musik dan format fisik, tetapi juga ruang untuk menyoroti komunitas yang menopang ekosistem musik independen.
Ia menegaskan bahwa peran War Child sebagai mitra amal memberi kesempatan untuk menyalurkan dukungan nyata bagi anak-anak yang terdampak konflik di berbagai belahan dunia, dengan memanfaatkan jangkauan dan perhatian publik yang besar pada hari tersebut.
Sejak pertama kali digelar hampir dua dekade lalu, Record Store Day berkembang dari inisiatif sederhana menjadi fenomena global. Acara ini secara konsisten menegaskan pentingnya toko rekaman independen di tengah perubahan cara orang mengonsumsi musik.
Di saat platform digital mendominasi, antusiasme terhadap vinyl justru terus tumbuh, dan Record Store Day sering kali menjadi titik temu antara kolektor lama, pendengar baru, serta musisi dari generasi berbeda.

Suasana Record Store Day tahun 2025 (IST)
Pada edisi 2025, musisi asal Inggris Sam Fender ditunjuk sebagai duta resmi di Inggris. Ia juga merilis piringan hitam 12 inci berisi enam lagu berjudul ‘Me And The Dog’ untuk menandai perhelatan tersebut. Setahun sebelumnya, peran duta dipegang oleh Post Malone. Dalam sejarahnya, gelar ini pernah diemban oleh nama-nama besar seperti Taylor Swift, Kate Bush, The 1975, Noel Gallagher, hingga Elton John.
Record Store Day 2025 juga diingat lewat deretan rilisan eksklusif dari Oasis, Charli XCX, Fred Again.., The Cure, Gorillaz, Taylor Swift, dan banyak lainnya. Sejak dini hari, penggemar rela mengantre di depan toko rekaman lokal demi mendapatkan edisi khusus yang hanya dicetak terbatas.
Antusiasme tersebut kembali berlanjut pada akhir tahun melalui acara saudara mereka, Record Store Day Black Friday, yang menutup tahun dengan selebrasi serupa dalam skala lebih ringkas.
Dengan pengumuman tanggal edisi 2026, roda antusiasme itu kembali berputar, memberi sinyal bahwa vinyl dan toko rekaman independen masih memegang tempat penting dalam lanskap musik hari ini.
Support Gigsplay Dengan Saweria