Flash News
Seringai Siap Rilis “IV: Anastasis”, Album Yang Menyimpan Warisan Ricky Siahaan
Seringai bersiap memperkenalkan album terbaru mereka bertajuk “IV: Anastasis”, sebuah rilisan yang sarat muatan emosional sekaligus menyimpan jejak penting dari mendiang gitaris mereka, Ricky Siahaan. Album ini hadir sebagai dokumentasi perjalanan kreatif terakhir yang masih melibatkan Ricky sebelum kepergiannya, sekaligus memperlihatkan arah musikal band yang mengalami pergeseran secara alami.
Nuansa emosional terasa kuat di sepanjang album, mengingat sebagian besar materi dikerjakan bersama Ricky saat ia masih aktif di dalam band. Proses kreatif tersebut menjadi fondasi utama yang tetap dipertahankan, baik dari sisi karakter riff, struktur lagu, hingga pendekatan sound yang selama ini identik dengan Seringai.
Drummer Seringai, Edy Khemod, menjelaskan bahwa perubahan warna musik yang terdengar dalam album ini bukan semata akibat absennya Ricky, melainkan bagian dari keinginan kolektif band untuk mengeksplorasi kemungkinan baru dalam bermusik.
“Kalau terasa berbeda memang iya, karena arahnya memang berubah. Tapi fondasinya masih bersama Ricky. Dari instrumen, gitar, riff, sampai sound, itu masih dia,” ujar Khemod dalam sesi dengar bersama di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Dari total 12 lagu yang masuk ke dalam “IV: Anastasis”, sebanyak 11 track merupakan hasil pengembangan ide bersama Ricky. Sementara satu lagu berjudul “Tirani Lagi” menjadi satu-satunya materi yang diselesaikan tanpa keterlibatan dirinya. Komposisi ini kemudian ditempatkan di bagian akhir sebagai refleksi atas perjalanan yang terus berjalan setelah kehilangan.
Di sisi lain, lagu “Akar” memiliki posisi yang sangat penting secara emosional. Track tersebut dipilih sebagai penutup dari rangkaian karya yang masih melibatkan Ricky, sekaligus menjadi ruang terakhir yang menyimpan jejak permainan gitarnya. “Makanya ditutup dengan ‘Akar’, itu seperti penutup bersama Ricky. Bahkan di bagian akhirnya masih ada artefak permainan dia,” kata Khemod.
Berbeda dari rilisan-rilisan sebelumnya yang sering dipenuhi energi agresif dan atmosfer yang lebih riuh, “IV: Anastasis” hadir dengan pendekatan yang lebih gelap dan kontemplatif. Pergeseran ini tidak lepas dari situasi yang melingkupi para personel dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kondisi global sejak pandemi serta kehilangan yang mereka alami.
Vokalis Arian Arifin Wardiman, atau yang dikenal sebagai Arian13, mengakui bahwa suasana tersebut berpengaruh besar terhadap arah penulisan lagu. “Sejak 2020 rasanya tidak ada yang benar-benar bisa dirayakan. Jadi album ini lebih seperti cerminan dari perasaan dan situasi yang kami hadapi,” ujarnya.
Proses penyusunan urutan lagu juga melalui diskusi panjang untuk memastikan alur emosi yang ingin disampaikan tetap utuh. Setiap track ditempatkan dengan pertimbangan naratif, sehingga keseluruhan album dapat didengarkan sebagai satu kesatuan cerita.
Dalam proses rekaman hingga penampilan panggung, Seringai kini bekerja dengan gitaris tambahan. Tapi band ini menegaskan bahwa karakter permainan dan kontribusi Ricky tetap menjadi pijakan utama dalam membangun identitas album ini. “Itu bagian terakhir dari dia, dan kami menghargainya. Bahkan di akhir lagu ‘Akar’ masih ada sedikit sentuhan akustik yang jadi artefak terakhirnya,” tambah Khemod.
“IV: Anastasis” dijadwalkan untuk diperkenalkan kepada publik pada 23 April 2026. Album ini tidak hanya menghadirkan karya terbaru dari Seringai, tetapi juga menyimpan jejak emosional yang kuat, sekaligus merangkum perjalanan yang terus berlanjut di tengah perubahan yang mereka hadapi.
Support Gigsplay Dengan Saweria