International
“Song For Mia” Tunjukkan Sisi Intim Saint Agnes Jelang Album Baru
Unit rock alternatif asal London, Saint Agnes, kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju album terbaru dengan merilis single baru berjudul “Song For Mia”. Lagu ini menjadi rilisan kedua yang diperkenalkan dari album mendatang bertajuk ‘Your God Fearing Days Are About To Begin’, proyek yang menjadi fase kreatif baru band ini.
Saint Agnes dikenal sebagai band dengan visi artistik yang kuat, digerakkan oleh sosok Kitty A. Austen sebagai frontperson. Suara, perspektif, dan karakter emosional Austen menjadi poros utama dalam setiap karya mereka. Bersama Jon James Tufnell, rekan pendiri band, keduanya membentuk sumbu kreatif yang menentukan arah musikal Saint Agnes, dari penulisan lagu hingga identitas visual.
“Song For Mia” lahir dari memori personal Austen tentang masa remajanya. Lagu ini didedikasikan untuk sahabat terbaiknya di masa remaja, sekaligus mencerminkan fase kehidupan yang kini terasa semakin berharga. Austen mengenang malam-malam sederhana yang mereka habiskan tanpa tujuan yang jelas, hanya berkumpul, berbincang, dan menikmati kebersamaan tanpa tekanan masa depan.
Salah satu kenangan yang paling melekat adalah kebiasaan mereka berbaring di atas trampolin di halaman rumah, menatap bintang, dan membayangkan masa depan. Pada saat itu, Austen mengaku selalu ingin segera melewati fase remaja yang terasa canggung.
Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa periode tersebut justru menjadi masa paling bebas dan penuh harapan dalam hidupnya. “Song For Mia” hadir sebagai nostalgia manis yang disandingkan dengan ritme yang menghidupkan kembali perasaan hangat dari masa lalu.
Secara musikal, Saint Agnes tetap setia pada karakter suara mereka yang menggabungkan musik industrial yang kasar, keanggunan gelap, dan intensitas fisik yang mendorong pendengar untuk bergerak. Musik mereka terasa akrab dengan suasana klub goth yang panas dan penuh keringat.
Referensi seperti Nine Inch Nails, Poppy, hingga pendekatan sinematik Lorde menjadi benang merah yang membentuk lanskap bunyi Saint Agnes, menghadirkan lagu-lagu yang cocok untuk panggung, klub, maupun ruang emosional yang sunyi.
Band ini dikenal sebagai perfeksionis dalam mengelola setiap detail karya mereka. Saint Agnes secara terbuka menyebut diri mereka sebagai “control freaks” dalam urusan artistik. Tapi untuk rilisan kali ini, mereka membuka ruang kolaborasi dengan menggandeng Jim Pinder, sosok di balik proses mixing untuk Sleep Token dan Bring Me The Horizon. Hasilnya, menurut Austen, adalah rekaman dengan kualitas suara terbaik yang pernah mereka hasilkan dan paling mewakili visi band.
Sebelumnya, Saint Agnes telah merilis single “The Father, The Son and The Holy Beast” sebagai pembuka era album ini. Lagu tersebut menyoroti tema romantisme dan runtuhnya pengabdian emosional, disampaikan melalui pendekatan lintas genre yang menjadi ciri khas mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, Saint Agnes berhasil membangun basis pendengar yang solid. Mereka telah merilis dua EP dan dua album studio yang mendapatkan banyak pujian, serta mencatatkan lebih dari 12 juta pemutaran di Spotify. Dukungan dari BBC Radio 1 dan penampilan eksplosif di festival-festival besar seperti Download, Hellfest, dan 2000trees semakin mengukuhkan reputasi mereka sebagai band dengan kekuatan live yang solid.
Support Gigsplay Dengan Saweria