New Tracks
Starrcy Menutup Tahun Dengan Single “I Don’t Hate You DECEMBER”
Starrcy, unit alternative/emo/rock asal Yogyakarta yang dalam dua tahun terakhir mulai mencuri perhatian, sedang bersiap membuka penutup tahun dengan single ketiga berjudul “I Don’t Hate You DECEMBER”. Lagu ini akan dirilis pada 1 Desember 2025 dan menjadi langkah baru perjalanan mereka menuju album debut yang juga dijadwalkan rilis di akhir tahun.
Sejak awal kemunculannya, Starrcy memposisikan diri sebagai band yang mengutamakan emosi jujur. Ketegangan itu kembali terasa di single terbaru ini. “I Don’t Hate You DECEMBER” menggambarkan kenangan yang muncul dari hubungan dua sahabat yang seharusnya berjalan biasa saja, tapi bergeser menjadi sesuatu yang lebih rumit.
Banyak waktu dihabiskan bersama, kedekatan tumbuh tanpa rencana, dan rasa cinta perlahan muncul tanpa kesepakatan. Namun semua itu runtuh begitu saja ketika sang pria mengetahui bahwa perasaan itu tidak bisa dibalas. Ceritanya sederhana, tapi perih dan nyata: hubungan itu perlahan menguap, berubah menjadi ruang hampa yang tidak lagi bisa dipulihkan.
Bima, sang vokalis, menuliskan liriknya berdasarkan pengalaman pribadi dua orang yang terlibat dalam kisah tersebut. Pendekatannya cukup nyata, seolah membuka buku harian kepada pendengar.
Lagu ini bergerak dengan emosi yang tidak dibuat-buat, sesuatu yang memang menjadi kekuatan Starrcy sejak awal. Mereka tidak mencoba memoles tragedi kecil ini; mereka membiarkan kepahitan itu mengalir lewat kata-kata dan permainan gitar yang saling bertaut.
Pada single ini, Starrcy juga mengajak Aloysia Gwen untuk mengisi vokal latar di salah satu verse. Karakter vokalnya dibiarkan tampil utuh, tanpa aturan untuk menyesuaikan diri dengan warna Bima. Pilihan itu membuat bagian tersebut terasa lebih hidup, memberi perspektif lain pada cerita yang dibangun. Kehadiran Gwen menambahkan nuansa yang membuat lagu ini terasa lebih dalam, seolah ada suara yang datang dari ruang kenangan itu sendiri.
Bima juga menggarap desain sampul single ini. Visualnya berupa foto manik-manik huruf dengan latar biru polos yang ditemani beberapa potongan foto masa lalu; sebagian merujuk pada hal-hal kecil yang disukai tokoh perempuan dalam cerita lagu ini. Pendekatan visualnya terasa personal, seperti kotak kenangan yang disusun rapi sebelum akhirnya ditutup kembali.
Starrcy tak berhenti di perilisan digital saja. Mereka menyiapkan rangkaian peluncuran yang lebih luas. Dalam waktu dekat setelah single ini keluar, mereka akan merilis merchandise berupa T-shirt. Desainnya dibuat lewat kolaborasi dengan Taksu Buana, drummer The Peal sekaligus artworker yang sudah lama berkarya di lingkungan musik Yogyakarta. Selain itu, mereka juga sedang menyiapkan video musik dan video lirik untuk “I Don’t Hate You DECEMBER”, yang akan dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi mereka.
Bagi Starrcy, “I Don’t Hate You DECEMBER” bukan hanya pemanasan menuju album debut, tapi juga penanda bahwa mereka semakin mantap dengan karakter musik yang mereka bangun.
Band yang terbentuk di utara Yogyakarta pada pertengahan 2023 ini digawangi oleh Bima (vokal), Uta (gitar utama), Wawa (gitar ritem), Arif (bass), dan Bagus (drum). Musik mereka menggabungkan hook sing-along ala brit alternative dengan warna emo yang diperkuat oleh dua gitar dan pola ritmis khas skena DIY kota itu.
Single perdana Starrcy, “Merona”, sempat masuk beberapa playlist alternatif dan menampilkan energi mentah yang jadi dasar identitas mereka. Setahun setelahnya, mereka merilis “Biadab” yang membawa suasana lebih emosional dan membuka ruang bagi eksplorasi lirik yang lebih dalam.
Dua rilisan tersebut memperlihatkan kemampuan Starrcy mengolah tensi antara melodi yang mudah diingat dan emosi yang tak rapi, khas band yang tumbuh dari ruang latihan sempit dan panggung kecil Yogyakarta.
Di akhir 2025, band ini berencana merilis album perdana berisi delapan lagu. Album self-titled itu melibatkan dua musisi asal Yogyakarta yang turut memberi warna pada beberapa track. Kolaborasi ini menjadi langkah berikutnya bagi Starrcy, sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak ragu membuka ruang dialog kreatif di dalam musik mereka.
Dengan “I Don’t Hate You DECEMBER”, Starrcy kembali memotret kegamangan yang sering hadir dalam hubungan yang berjalan terlalu jauh tanpa kompas yang jelas. Lagu ini tidak berusaha menjawab apa pun, hanya menyuguhkan perasaan sebagaimana adanya: jujur, ringkih, dan tetap indah dengan caranya sendiri, sesuatu yang membuat Starrcy layak terus dipantau di peta alternatif Yogyakarta.
