New Tracks
Stepaside Dan Narasi Bertahan Hidup Dalam “Holding On Through The Worst Of Life”
Band melodic hardcore asal Denpasar, Bali, Stepaside kembali menunjukkan eksistensinya dengan merilis single terbaru berjudul “Holding On Through The Worst Of Life”. Rilisan ini hadir sebagai refleksi atas hidup yang berjalan tanpa kepastian, di mana kehilangan bisa datang kapan saja dan dalam bentuk apa pun.
Alih-alih larut dalam keputusasaan, Stepaside memilih untuk menyampaikan pandangan yang lebih realistis: bertahan, bangkit, lalu terus melangkah, meski keadaan tak selalu berpihak.
Gagasan utama lagu ini lahir dari Ikik, gitaris utama yang juga berperan sebagai music director. Sementara itu, Ari Nocturnal berhasil menuangkan keresahan tersebut ke dalam lirik yang terasa sangat personal tanpa terjebak dalam dramatisasi yang berlebihan
“Holding On Through The Worst Of Life” menggambarkan bahwa mimpi tidak selalu datang dengan mudah. Ada kerja keras, ketekunan, dan proses panjang yang harus dilalui, dengan keyakinan bahwa setiap orang berhak menentukan siapa mereka dan bagaimana cara mereka ingin menjalani hidup. Lagu ini tidak menggurui, melainkan mengajak pendengar untuk berdamai dengan proses, sekacau apa pun jalannya.

Secara musikal, Stepaside masih berpijak pada identitas melodic hardcore yang telah mereka bangun sejak awal. Beat cepat, riff agresif, serta vokal dan teriakan penuh energi tetap menjadi tulang punggung lagu ini. Namun, ada perkembangan yang terasa jelas. Untuk pertama kalinya, Koming Nesa yang biasanya berada di posisi gitar turut mengisi vokal, memberi lapisan emosi tambahan yang memperkaya dinamika lagu. Kehadiran vokal ini bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari narasi musikal yang terasa lebih hidup.
Dari segi aransemen, “Holding On Through The Worst Of Life” menunjukkan keberanian Stepaside untuk keluar dari pola lama. Struktur lagu dibuat lebih berliku, dengan permainan ketukan ganjil dan transisi yang tidak terduga.
Pendekatan ini memberi kesan bahwa band ini sedang berada di fase eksplorasi yang matang. Mereka tidak lagi sekadar mengandalkan kecepatan dan amarah, tetapi juga perhitungan yang lebih rapi dalam menyusun emosi. Produksi pun terdengar jauh lebih bersih dan solid, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan rilisan sebelumnya.
Single ini juga memperlihatkan bagaimana tiap personel Stepaside bermain lebih proporsional. Ego personal seolah dikesampingkan demi kepentingan lagu secara keseluruhan. Hasilnya adalah komposisi yang terasa padu, di mana setiap instrumen saling mengisi tanpa saling menonjolkan diri secara berlebihan. Pendekatan kolektif ini memberi kesan bahwa Stepaside kini melangkah sebagai unit yang utuh.
Proses rekaman, mixing, dan mastering “Holding On Through The Worst Of Life” dilakukan di 49 Recording Studio, Bali. Pilihan studio ini berkontribusi besar pada kualitas suara yang terdengar lebih tegas dan detail. Dalam pernyataan singkatnya, Stepaside berharap single terbaru ini dapat dinikmati oleh pendengar musik secara luas, tanpa sekat genre atau latar belakang.
Stepaside lahir dari keresahan para personelnya. Band ini beranggotakan Ari Nocturnal pada vokal, Ikik sebagai gitar utama, Koming Nesa di gitar, Adieedok di bass, dan Aldy pada drum. Mereka merilis debut single “Keep Moving” pada Januari 2022, di tengah situasi pandemi yang membatasi banyak hal, tapi tidak memadamkan semangat berkarya.
Setelah melalui fase bongkar pasang personel, Stepaside kini memantapkan formasi mereka di tahun 2025. “Holding On Through The Worst Of Life” terasa seperti bagian penting dari episode baru tersebut, sebuah pernyataan bahwa mereka masih di sini, bertahan, dan terus bergerak maju.

