International
STONE Rilis “NEVER AGAIN”, Punk Tanpa Filter!
Band asal Liverpool, STONE, kembali menggebrak dengan single “NEVER AGAIN” setelah setahun tanpa rilisan baru. Lagu ini menjadi penanda kembalinya mereka pada identitas inti yang jujur, mentah, dan sepenuhnya mandiri. Tak lagi terpaku pada formula aman, STONE memilih jalur yang lebih tajam dan tak terpoles, memadukan energi punk dan hardcore untuk mengangkat tema pemulihan serta penebusan.
Direkam secara live, “NEVER AGAIN” menghadirkan semangat awal perjalanan mereka: agresif, tanpa kompromi, dan sarat emosi. Vokalis sekaligus gitaris Fin Power kini menjalani hidup dengan kesadaran penuh (sobriety), dan itu memberi arah baru pada proses kreatif mereka. Bagi STONE, ini bukan sekadar perilisan lagu, tetapi pembukaan babak baru di mana mereka memegang kendali penuh atas karya dan visi mereka sendiri.
Fin Power menjelaskan bahwa “NEVER AGAIN” adalah bentuk reaksi keras setelah mereka sempat kehilangan sebagian kontrol demi peluang sukses di radio atau jagat viral. Bagi mereka, harga yang dibayar terlalu mahal.
“Secara sonik, ‘NEVER AGAIN’ seperti petir dalam botol,” ujar Power. “Direkam live, lagu ini menangkap energi agresif kami, meledak di bagian chorus dan menghantam lebih keras di akhir. Liriknya mencerminkan perjalanan emosional menuju kesadaran penuh sambil menghadapi konsekuensi dari pengalaman dengan label besar. Ada kemarahan karena merasa seperti alat bagi label sebelumnya, tetapi juga ada rasa bangga yang akhirnya mengalahkan kemarahan itu, dan semua itu menjadi dasar atas penulisan lirik lagu ini.”
Secara musikal, “NEVER AGAIN” menggabungkan riff gitar yang padat, hentakan drum yang tak kenal ampun, dan vokal yang emosional. Intensitasnya tak pernah kendur, bahkan saat transisi dari bait ke chorus, yang justru terasa seperti ledakan adrenalin. Produksi live memberi sensasi “di tengah mosh pit”, seolah pendengar berada tepat di depan panggung, merasakan hentakan yang sama dengan para penonton di gig.
Namun kembalinya STONE bukan hanya soal suara. Mereka ingin memutus jarak digital yang selama ini mendominasi interaksi musisi dengan pendengar. Fokus mereka kini tertuju pada koneksi nyata, bukan algoritma, bukan tren singkat di media sosial, melainkan energi tatap muka di venue, keringat yang terciprat di barisan depan, dan rasa kebersamaan yang hanya lahir di tengah crowd yang bergemuruh.
Dengan “NEVER AGAIN”, STONE seperti menegaskan bahwa punk bukan sekadar genre, melainkan sikap. Mereka memilih meninggalkan jalur aman demi menciptakan musik yang lebih berisiko, tetapi jauh lebih otentik. Rasanya lagu ini bukan hanya akan memuaskan para penggemar lama, tetapi juga menarik telinga generasi baru yang haus akan musik tanpa filter.
Setelah fase yang penuh kompromi, STONE kini tampil tanpa beban. Mereka kembali, dan kali ini, siap menghantam lebih keras dari sebelumnya: langsung ke telinga, langsung ke hati, dan langsung ke kerumunan yang siap berteriak bersama.

