New Tracks
Tarrkam Lepas Single “SpacePunk”, Menjemput Manusia Tinggalkan Bumi Yang Rusak
Tarrkam, kuintet egg punk asal Jakarta, terus memperkuat langkah menuju perilisan EP terbaru mereka berjudul ‘NEKAT’ dengan melepas single kedua, “SpacePunk”, di bawah label Kolibri Rekords pada 7 Oktober 2025. Lagu ini membawa pendengar ke dunia pasca-apokaliptik yang penuh fantasi dan kemarahan, di mana bumi digambarkan sekarat dan para penindas dibiarkan musnah, sementara rakyat biasa diselamatkan menuju kehidupan baru di planet lain.
“SpacePunk” menjadi penanda pertama Tarrkam menapaki wilayah fiksi ilmiah dalam eksplorasi musiknya. Di balik distorsi dan tempo yang menggila, lagu ini mengisahkan tentang dunia yang hancur akibat kerakusan manusia.
Dalam narasinya, Tarrkam datang dari langit dengan pesawat luar angkasa, membawa kaum tertindas, aktivis, dan seniman untuk melarikan diri dari sistem yang bobrok, sementara koruptor dan pemimpin fasis dibiarkan tenggelam bersama kehancuran bumi.
Ape, sang vokalis, menggambarkan lagu ini sebagai bentuk kemarahan dan pelepasan terhadap realitas sosial yang menyesakkan. “Ini cerita fiksi tentang pembebasan. Tentang meninggalkan bumi yang dikuasai para penindas, dan membawa orang-orang yang berpikir bebas ke dunia baru,” ujarnya.
Lirik lagu ini berbunyi lantang, “Dentum pesta rakyat, gaung di angkasa, kebebasan jagad raya. Penjarah bumi, dan keparat negara. Lebih baik musnahkan sajalah”. Sebuah seruan yang tak hanya utopis, tapi juga sindiran tajam terhadap kekuasaan yang eksploitatif.
Secara musikal, “SpacePunk” adalah letupan energi yang merepresentasikan kekacauan dunia yang sedang runtuh. Dengan tambahan sentuhan trumpet eksperimental dari KUNTARI, Tarrkam mengolah kebisingan menjadi struktur yang menggoda.
Epan, sang gitaris, menjelaskan bahwa lagu ini menggambarkan lanskap Jakarta versi apokaliptik: penuh “keos, amok, dan panik”, yang dituangkan lewat permainan polifonik, noise, dan distorsi yang beradu satu sama lain. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, groove yang stabil tetap mengalir, menghadirkan sensasi menari di atas reruntuhan. Sebuah pesta bagi yang selamat, dan penghormatan terakhir bagi yang binasa.
Sejak berdiri pada 2015, Tarrkam dikenal karena gaya punk-nya yang jenaka, liar, dan terus berevolusi. Dibentuk oleh Rahmad “Ape” Sumantri (vokal), Stefanus “Epan” Yonatan (gitar), Haryo “Oyob” Widi (bass), dan Bagas “Encek” Wisnu (drum), band ini menolak diam dalam satu format.
Setelah album debut ‘Fresh Grad‘ (2023), Tarrkam kini diperkuat oleh Denny Aulia pada keyboard dan synthesizer yang membuka ruang baru bagi eksplorasi suara yang lebih berlapis, tanpa kehilangan spontanitas khas mereka.
Dengan “SpacePunk”, Tarrkam tampak tidak hanya ingin menyalakan kembali semangat perlawanan punk, tapi juga mengajak pendengarnya ikut melarikan diri ke dunia yang lebih bebas, setidaknya, lewat imajinasi.
