International

THE HU Gandeng Bintang Rock Dunia Dalam EP “Echoes of Thunder”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

The HU
The HU (Credit : Jeremy Saffer)

Grup musik rock asal Mongolia, THE HU, kembali memberikan kejutan kepada para penggemarnya dengan peluncuran EP digital terbaru berjudul “Echoes of Thunder”, yang resmi dirilis hari ini di bawah label Better Noise Music.

EP ini menjadi pengobat rindu di tengah penantian panjang akan album penuh terbaru mereka, sekaligus menampilkan interpretasi segar dari beberapa lagu ikonik dalam katalog mereka, dengan menggandeng sejumlah musisi ternama dunia.

‘Echoes of Thunder’ berisi tiga lagu utama dari album ‘Rumble of Thunder’, yang kali ini dipresentasikan dalam format kolaboratif.

Versi baru dari “This Is Mongol (Warrior Souls)” menampilkan hasil remix dari Teerawk (alias Trevor McNevan, frontman band Christian rock Thousand Foot Krutch) serta sentuhan vokal dari William DuVall dari Alice In Chains, sebuah pertemuan dua kekuatan vokal yang menghasilkan dinamika eksplosif.

Sementara itu, lagu “Bii Biyelgee” hadir dengan nuansa pop alternatif berkat kolaborasi dengan Tyler Glenn dari Neon Trees, yang memperluas spektrum ekspresi tanpa meninggalkan akar musik Mongol.

Lagu ketiga, “Triangle”, disulap oleh musisi eksperimental ROME menjadi eksplorasi bunyi yang lebih atmosferik dan meditatif. Ketiga lagu juga disertakan dalam versi orisinalnya, menampilkan kontras antara bentuk asli dan interpretasi kolaboratif.

Band The Hu

Dalam pernyataan resminya, vokalis utama Galaa menyampaikan bahwa ide untuk merilis EP ini berasal dari pihak label, dan langsung disambut dengan antusias oleh band.

Saya sangat senang ketika Better Noise Music menyarankan proyek ini,” ujar Galaa. “Karena seperti yang selalu kami tekankan, Hunnu Rock, genre yang kami usung, tidak mengenal batas. Di EP ini, kami bisa berkolaborasi lebih luas dan menghadirkan warna baru dalam musik kami tanpa kehilangan identitas.”

Dengan lebih dari 900 juta streaming, 300 juta penonton video, dan gelar UNESCO Artist of Peace, THE HU telah berkembang menjadi representasi budaya Mongolia di panggung dunia. Melalui perpaduan instrumen tradisional seperti morin khuur dan teknik vokal throat singing, dipadukan dengan distorsi berat dan groove ala heavy metal, THE HU menciptakan lanskap musik yang tidak hanya unik, tetapi juga berdaya magis.

Saat ini, THE HU sedang menjalani tur dunia bertajuk “Incarnation”, yang dimulai pada awal Juni di Maastricht, Belanda. Dalam tur ini, mereka tampil bersama band folk mistis asal Skandinavia, Heilung, dan akan mengguncang panggung-panggung festival metal paling bergengsi di Eropa, seperti Hellfest dan Graspop Metal Meeting.

Kehadiran mereka di arena tur dan festival besar ini menandai langkah maju THE HU sebagai entitas global yang terus memperluas cakrawala rock dunia dengan akar budaya Timur yang otentik dan kuat.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *