International
The Wytches Rilis Lagu Utama “Talking Machine” Jelang Album Kelima Mereka
The Wytches kembali menyalakan semangat dengan merilis “Talking Machine”, single terbaru sekaligus lagu utama dari album kelima mereka yang juga berjudul ‘Talking Machine‘. Album ini dijadwalkan hadir pada 10 Oktober mendatang melalui Alcopop! Records.
Single anyar ini memperlihatkan bagaimana band tersebut sengaja menengok kembali pengaruh awal mereka untuk mendorong langkah musik ke arah yang lebih dinamis. Bagi kuartet yang kini beranggotakan Kristian Bell, Daniel Rumsey, Mark Breed, dan Bhav Thaker, pilihan kreatif untuk “mundur demi maju” menjadi langkah baru bagi perjalanan panjang mereka di skena punk Inggris.
Kristian Bell, vokalis sekaligus gitaris, menjelaskan bahwa inspirasi untuk judul lagu dan album datang ketika ia membaca buku tentang Thomas Edison. Di dalamnya, ia menemukan istilah “Talking Machine”, julukan bagi gramofon.
“Saya rasa itu cukup pas untuk dijadikan judul album. Tapi, sama seperti banyak orang, isu AI juga terus ada di pikiran saya, dan saya melihat ada benang merah di sana. Edison dulu mengadakan acara bernama Tone Tests, di mana ia memperlihatkan bagaimana rekaman suara bisa menipu penonton dengan meyakinkan mereka bahwa musik yang didengar dimainkan secara live, padahal berasal dari gramofon. Saat itu muncul ketakutan bahwa teknologi akan mengambil alih pekerjaan di industri hiburan, mirip dengan situasi yang kita alami sekarang,” ungkap Bell.
Dengan refleksi itu, “Talking Machine” adalah cerminan dari kecemasan sekaligus daya tarik kemajuan teknologi yang terus bergerak cepat. The Wytches menggunakan energi punk yang mentah untuk memadukan semangat lawas dengan konteks modern dan menciptakan suara yang tetap relevan tanpa kehilangan akar.

The Wytches (credit: Steve Gullick)
Sejak terbentuk di Peterborough pada 2011, The Wytches berhasil mencuri perhatian berbagai media besar seperti Pitchfork, NME, dan KEXP. Periode panjang tur live beberapa tahun terakhir memperkuat kesan bahwa The Wytches bukan hanya sekadar nama lama yang bertahan, melainkan kelompok yang terus bertransformasi sambil menjaga roh liar khas punk.
Kini, dengan “Talking Machine”, The Wytches seolah menantang diri sendiri untuk melangkah lebih jauh, menyeimbangkan nostalgia dengan inovasi. Album kelima ini diantisipasi sebagai karya yang bukan hanya meneguhkan eksistensi mereka di kancah internasional, tetapi juga sebagai refleksi atas hubungan rumit antara musik, teknologi, dan manusia di era digital.
