International

Vero Kembali Dari Masa Senyap, Siap Buka Dunia Baru Lewat “Calico”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Indie rock band Vero
Vero (credit: Christopher Hunt)

Trio asal Stockholm, Vero, akhirnya kembali dengan materi baru pertama mereka sejak merilis album debut ‘Unsoothing Interior‘ pada 2022. Setelah beberapa tahun relatif senyap, kembalinya band ini terasa seperti pengingat yang tepat waktu tentang karakter mereka yang khas di tengah lanskap indie rock Skandinavia yang terus bergerak.

Vero digawangi oleh Julia Boman, Clara Gyökeres, dan Amanda Eddestål. Nama mereka mulai mencuat pada 2017 lewat rangkaian single yang dirilis bersama Sony Music Sweden.

Di fase awal itu, Vero tampil sebagai band muda dengan insting pop yang berani, sebelum kemudian mengambil jalur berbeda dengan merapat ke PNKSLM Recordings, label independen Stockholm yang dikenal lewat rilisan ShitKid, Clutter, hingga 7ebra. Perpindahan ini terasa menentukan arah musikal mereka ke depan.

Vero Band

Setelah merilis EP dan vinyl 7 inci, Vero melangkah lebih jauh lewat ‘Unsoothing Interior’, album debut yang mempertegas identitas mereka. Album tersebut memperlihatkan band ini nyaman bermain di wilayah abu-abu antara shoegaze yang samar dan indie rock yang tajam.

Distorsi gitar hadir tidak untuk menutupi, tapi justru menyorot emosi yang terasa mentah. Tak heran jika nama mereka kerap disandingkan dengan The Breeders atau Kim Gordon, bukan sebagai tiruan, tapi sebagai referensi sikap dan energi.

Pengalaman panggung Vero juga tidak main-main. Mereka sempat berbagi panggung dengan nama-nama seperti shame, Iceage, dan Stephen Malkmus, sebuah rangkaian yang cukup menggambarkan posisi Vero di antara generasi band alternatif yang mengutamakan karakter daripada tren. Tapi setelah album debutnya, Vero memilih untuk mundur sejenak, memberi jarak antara diri mereka dan hiruk-pikuk rilisan baru.

Vero Stockholm Band

Kini jarak itu berakhir. Vero dijadwalkan kembali tampil live akhir tahun ini lewat pertunjukan berskala kecil di kota asal mereka, tepatnya di Debaser Nova, Stockholm. Konser ini sekaligus menjadi pembuka menuju album kedua yang direncanakan rilis pada musim semi 2026. Antusiasme mulai terasa, terutama karena band ini dikenal tidak pernah terburu-buru dalam merilis karya.

Sebagai pengantar, Vero melepas single terbaru berjudul “Calico“. Menurut pengakuan band, lagu ini menggambarkan rasa lelah menghadapi omong kosong dari orang lain. Pernyataan tersebut terdengar jelas, dan musiknya pun mengikuti nada yang sama. Pernyataan itu terdengar lugas, dan musiknya pun mengikuti nada serupa.

“Calico” hadir sebagai potret Vero yang kini lebih tegas, tanpa kehilangan nuansa “khas ala Vero” yang selama ini menjadi ciri mereka. Sebuah sinyal awal bahwa fase berikutnya, Vero akan lebih banyak berkarya, lebih sering muncul di panggung dan tetap menampilkan musik ala Vero.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *