International

Wolf Alice Perluas Visi Sonik Di “White Horses” Menuju Album ‘The Clearing’

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Wolf Alice
Wolf Alice / Press

Wolf Alice kembali menggoda telinga dan emosi dengan single terbarunya, “White Horses”, yang ditayangkan perdana di Apple New Music Daily. Lagu ini menjadi penanda baru menjelang peluncuran album keempat mereka, ‘The Clearing‘, yang akan dirilis pada 22 Agustus 2025. Dengan nuansa musikal yang lapang dan penuh energi psychedelic, “White Horses” tidak hanya memperluas lanskap sonik Wolf Alice, tapi juga membuka ruang personal yang dalam dari salah satu personelnya: Joel Amey.

“White Horses” menjadi satu-satunya lagu dalam ‘The Clearing’ di mana Joel, yang biasanya duduk di belakang drum, mengambil alih vokal utama. Lagu ini dimulai dari potongan lirik yang ia tulis secara spontan di aplikasi catatan, ketika sedang dalam perjalanan bersama ibunya, bibi, dan saudara perempuannya.

Lirik yang awalnya hanya coretan ini kemudian tumbuh menjadi kerangka lagu utuh di penghujung sesi rekaman album. Joel membawa kerangka tersebut ke studio dan, bersama Ellie Rowsell, Joff Oddie, dan Theo Ellis, membentuknya menjadi lagu yang menyatu secara utuh dengan visi besar ‘The Clearing’.

Dalam penjelasannya, Joel menyebut bahwa lagu ini terinspirasi oleh karakter yang telah dibangun untuk album tersebut. Ia ingin menyandingkan atmosfer megah dan harmonisasi khas Wolf Alice dengan ritme krautrock yang lebih hidup. Hasilnya adalah “White Horses”, lagu yang mengalir penuh warna, menyentuh tema yang sangat pribadi namun dikemas dengan produksi yang luas dan sinematik.

Wolf Alice Band

Secara tematik, “White Horses” berangkat dari eksplorasi identitas keluarga. Joel menceritakan bahwa ibunya dan bibinya adalah anak adopsi, dan selama bertahun-tahun, ketidaktahuan soal latar belakang keluarga sempat menjadi pertanyaan besar.

Namun, pertanyaan itu bukan sesuatu yang membebaninya. Ketika ia menghabiskan usia 20-an dengan berkeliling dunia bersama Wolf Alice, konsep tentang rumah menjadi semakin kabur. Hidup berpindah-pindah, tampil dari satu panggung ke panggung lain, dan membangun ikatan kuat dengan rekan-rekannya, justru menjadi jawaban personal tentang siapa dirinya.

Namun waktu berjalan, dan seiring bertambahnya usia, keingintahuan terhadap akar dan asal-usulnya mulai muncul. Pertanyaan yang dulu tidak penting kini menjadi sesuatu yang layak direnungkan, bukan karena ingin jawaban, tetapi untuk memahami bagian dari dirinya yang belum sempat dijamah.

Dalam lirik dan atmosfer “White Horses”, Joel menuangkan campuran antara rasa penasaran, ketakutan, dan rasa syukur atas orang-orang yang telah mendampinginya sepanjang jalan. Lagu ini, menurutnya, adalah proses untuk menyalurkan semua emosi tersebut ke dalam karya, dan ia mendapat dukungan penuh dari rekan-rekannya di band.

Dari sisi produksi, “White Horses” menyatu dengan pendekatan album yang memang menjelajah berbagai gaya. Lagu ini menyandingkan groove dansa yang trippy dengan elemen rock tahun 70-an, menciptakan dinamika yang ringan namun euforis. Salah satu penggalan lirik yang mencuat, “Know who I am that’s important to me / Do what I can to see the wood from the trees”, mencerminkan keinginan untuk menemukan kejelasan dalam hidup, sambil tetap membiarkan segala kemungkinan terbuka.

Sebelum “White Horses”, Wolf Alice sempat merilis dua lagu lain dari ‘The Clearing’ yaitu“Bloom Baby Bloom” dan “The Sofa”. Keduanya mendapat sambutan luar biasa, terutama saat mereka membawakan “The Sofa” di The Other Stage Glastonbury tepat setelah matahari terbenam, sebuah penampilan yang diingat sebagai salah satu momen emosional festival itu. Lagu-lagu baru ini pun berjalan beriringan dengan favorit lama seperti “Bros” dan “Don’t Delete The Kisses”, menyusun narasi kuat tentang band yang sedang menikmati puncak momentum mereka.

Wolf Alice live at Apollo

Wolf Alice live at Apollo (credit: Paul Clarke/Melanie Smith)

‘The Clearing’  ditulis di kawasan Seven Sisters dan direkam di Los Angeles bersama produser Greg Kurstin, yang dikenal lewat karyanya yang memenangi Grammy. Album ini menampilkan rangkaian lagu yang penuh kepercayaan diri, emosi, dan ide-ide segar yang memperlihatkan arah baru Wolf Alice di 2025. Setelah lebih dari satu dekade berkarya, band asal London Utara ini telah menjelma dari band muda penuh potensi menjadi salah satu pilar penting musik Inggris saat ini.

Perjalanan Wolf Alice cukup mencerminkan kedewasaan dan konsistensi dalam eksplorasi musik. Sejak debut mereka ‘My Love Is Cool’ pada 2015, yang menampilkan “Moaning Lisa Smile” dan sempat masuk nominasi Grammy, band ini terus berkembang. Album kedua mereka, ‘Visions of a Life’, mengukuhkan posisinya dengan kemenangan Mercury Prize, sementara ‘Blue Weekend’ membawa mereka ke peringkat pertama tangga lagu Inggris dan menambah koleksi penghargaan lewat Brit Awards.

Ellie Rowsell, sebagai vokalis dan penulis lirik utama, telah menjadi storyteller generasi masa kini. Lirik-liriknya merangkum rasa sakit dan romantisme usia dua puluhan dengan cara yang tajam, namun penuh empati. Bersama tiga personel lainnya, Wolf Alice telah mengarungi tur dunia, tampil di panggung besar, dan mendukung nama-nama seperti Harry Styles, memperkuat posisi mereka dalam peta musik internasional.

Musim panas ini, Wolf Alice dijadwalkan tampil di Radio 1’s Big Weekend dan kembali ke Glastonbury, menandai keberlanjutan perjalanan mereka di ranah live performance. Dan dengan ‘The Clearing’, mereka bukan hanya merilis album keempat, tapi mereka menegaskan bahwa setiap fase baru kehidupan bisa menjadi kanvas untuk menciptakan sesuatu yang jujur, megah, dan tak terlupakan.

‘The Clearing’ adalah album yang mengajak pendengarnya berdamai dengan diri sendiri, menemukan momen keheningan di tengah riuh dunia, dan menikmati setiap lekuk perubahan. Ini adalah potret Wolf Alice yang berdiri di batas antara masa lalu dan masa depan, siap untuk melangkah lebih jauh, namun tidak lupa menoleh ke dalam.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *