New Albums

Album Baru SIXTOLS “A Way of Life” Mengangkat Nilai Persatuan Dan Komitmen Hidup

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Band SIXTOLS 2025

SIXTOLS kembali mengisi panggung setelah lebih dari dua dekade absen, membawa serta sejarah panjang yang dimulai di Jakarta Selatan pada 1996. Band ini lahir dari para anggota Pejaten Skinhead Crew yang bergaul erat dengan teman-teman sekolah di kawasan Siaga Raya.

Mereka tumbuh di tengah geliat kultur punk dan skinhead ibu kota pada akhir 90-an, masa ketika komunitas-komunitas kecil membangun identitas mereka lewat solidaritas dan musik keras yang jujur.

Setahun setelah terbentuk, SIXTOLS merilis album debut berjudul ‘Fighting Skins’. Berisi 12 lagu, album tersebut dikerjakan secara mandiri tanpa dukungan label yang mencerminkan semangat DIY yang kuat pada era itu.

Dua tahun berselang, mereka merilis album kedua yang sekaligus menjadi album self-titled ‘SIXTOLS’, kali ini melalui Rebel Records. Dalam periode yang sama, nama SIXTOLS mulai muncul di berbagai kompilasi seperti ‘Rebel Brothers’ (1999), ‘Ngeblender Jadi Satu’ (2000), hingga rilisan era 2008 seperti ‘Skinhead Jambore’ dan ‘All Sound Parade Vol. 1’.

Di akhir 90-an hingga awal 2000-an, SIXTOLS menjadi salah satu band yang kerap tampil di klub dan acara kampus, mulai dari Manari (Postercafe) hingga Harley Davidson Café. Aktivitas panggung mereka cukup padat sampai akhirnya band memasuki masa hiatus pada sekitar 2001, menutup bab penting dalam perjalanan awal mereka.

Band SIXTOLS album A Way of Life

Kembalinya SIXTOLS menjadi salah satu momen besar bagi komunitas. Setelah 23 tahun tidak aktif, mereka muncul lagi pada akhir 2024 sebagai bagian dari “Bring Back The Skins”, acara yang digagas oleh Pejaten Skinhead Crew. Momentum itu berlanjut ketika mereka tampil di Jakarta Mods Mayday pada Mei 2025 yang menunjukkan bahwa antusiasme publik terhadap mereka masih kuat.

SIXTOLS memasuki fase baru dengan rilisan-rilisan terbaru. Pada 27 April 2025, mereka melepas single “Wake U Up” melalui Nilai Merah. Dua bulan kemudian, mereka merilis mini-album ‘Dedicated‘ di bawah Siderise Records, disusul single “Jhonny Wanna Chance” yang dirilis pada September 2025.

Puncaknya, pada November 2025 mereka meluncurkan album penuh ketiga berjudul ‘A Way of Life’, yang juga diproduksi oleh Siderise Records. Proses rekaman dilakukan di Invasion Studio, sementara mixing dan mastering ditangani oleh Praditya.

Album ini membawa garis besar tema yang dekat dengan kehidupan sosial mereka: persahabatan, perjuangan, dinamika pergaulan, hingga cerita soal pengkhianatan di skena. ‘A Way of Life’ dipilih sebagai judul untuk menegaskan prinsip hidup yang memegang nilai loyalitas, kehormatan, solidaritas, serta dedikasi yang mengakar dalam kultur punk dan skinhead. Bagi SIXTOLS, kultur ini adalah sikap hidup, bukan sekadar tampilan.

Secara musikal, rilisan terbaru mereka tetap teguh pada identitas lama: campuran energik dari Oi! punk, hardcore, dan ska yang disusun dengan karakter khas mereka. Pengaruh dari band-band seperti Discipline, Agnostic Front, Cock Sparrer, Oxymoron, dan Operation Ivy masih terasa dalam cara mereka membangun struktur lagu dan energi vokal.

Formasi SIXTOLS saat ini terdiri dari Andre Bhoker pada vokal, Eriza pada bass, Fergian sebagai gitar utama, Genta pada gitar, dan Luffy di drum. Dengan materi baru dan semangat yang belum padam, mereka kembali hadir sebagai salah satu suara penting dalam skena punk/skinhead Jakarta.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *