New Tracks
Bangkutaman Menghidupkan Kembali “Mencari”, Lagu Lama Dengan Makna Baru
Setelah lebih dari dua dekade membangun cerita lewat melodi dan lirik, Bangkutaman kembali hadir dengan single terbaru berjudul “Mencari”. Lagu ini bukan hanya menandai fase baru dalam perjalanan band asal Yogyakarta tersebut, tetapi juga mencerminkan tentang waktu, perubahan, dan arti keberlanjutan bagi sebuah band yang telah menjadi bagian penting dari musik independen Indonesia.
Bangkutaman berdiri pada 1999 dan mulai dikenal lewat sentuhan musik yang lembut namun berisi. Tahun 2010 menjadi momen penting bagi mereka ketika seluruh anggota pindah ke Jakarta dan merilis album “Ode Buat Kota”, yang kemudian dinobatkan sebagai Album Terbaik oleh Rolling Stone Indonesia.
Kini formasi Bangkutaman terdiri dari Wahyu “Acum” Nugroho (vokal, gitar), Madava Nanda (bass, keyboard), dan Christo Putra (drum), tiga sosok yang tetap setia menjaga semangat awal mereka, meskipun dunia di sekitar terus berubah

Bangkutaman (credit: Anggik Yoga)
Single “Mencari” menghadirkan perenungan yang sederhana dan universal. Lagu ini berbicara tentang pencarian dalam hidup, tentang usaha memahami arah, makna, dan tempat di mana seseorang bisa merasa tenang
“Dalam hidup, kita semua selalu mencari: mencari arah, mencari arti, mencari tempat di mana hati bisa tenang. Kadang yang kita cari butuh waktu untuk ditemukan, kadang justru datang tanpa kita sadari,” ungkap Wahyu ‘Acum’ Nugroho, penulis lirik lagu ini.
Secara musikal, “Mencari” mengalir dalam nuansa psikedelik rock yang lembut dan melankolis. Melodinya mengandung nuansa introspektif, seperti perjalanan yang pelan namun pasti menuju pemahaman diri. Setiap petikan gitar dan dentuman drum terasa seperti napas panjang yang menenangkan, sementara vokal Acum menyampaikan kedalaman emosi tanpa berlebihan.
Lagu ini terdengar seperti hasil dialog panjang antara masa lalu dan masa kini, antara idealisme remaja dua dekade lalu dengan kedewasaan saat ini.
Bagi Bangkutaman, “Mencari” bukan hanya lagu baru, tetapi juga sebuah momen refleksi. Setelah bertahun-tahun mengalami perubahan dalam personel, arah musik, dan zaman, lagu ini menjadi simbol perjalanan mereka untuk menemukan kembali identitas mereka saat ini.

Bangkutaman (credit: Anggik Yoga)
“Mencari” juga menjadi langkah awal menuju proyek dokumenter dan album ‘Arsip Rekaman’, yang akan merangkum karya-karya Bangkutaman dari tahun 2005 hingga 2020, termasuk lagu-lagu yang belum pernah dirilis secara digital.
Menariknya, “Mencari” pertama kali muncul dalam kompilasi ‘Synchronize Session Two’ pada tahun 2009 yang dirilis oleh Demajors, hanya dalam format CD. Kini, versi terbaru ini hadir kembali dengan makna baru, seolah menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan band.
Pada akhirnya, “Mencari” menggambarkan perjalanan yang belum selesai. Tentang kerinduan manusia untuk memahami diri sendiri, dan tentang seberapa jauh seseorang (atau band) dapat terus melangkah sambil tetap mempertahankan kejujuran.
Bagi Bangkutaman, lagu ini mungkin adalah jawaban sementara. Namun bagi pendengarnya, “Mencari” bisa jadi pertanyaan yang tak akan pernah terjawab.