International

“Candle” Jadi Fokus Dunia Baru Sorry Di Album COSPLAY

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Sorry
Sorry (Photo by Patrick Gunning)

Sorry, band asal London, merilis album terbaru berjudul ‘COSPLAY’ pada Jumat kemarin di bawah naungan label Domino. Mereka juga memperkenalkan single teranyar berjudul “Candle”, yang sekaligus memperlihatkan arah baru dari eksplorasi musik mereka. Lagu ini hadir sebagai kelanjutan dari rangkaian rilisan yang membangun ekspektasi tinggi terhadap album ketiga mereka.

Sorry digawangi oleh Asha Lorenz, Louis O’Bryen, Lincoln Barrett, Campbell Baum, dan Marco Pini. ‘COSPLAY’ menjadi penerus dari ‘Anywhere But Here‘ (2022) dan debut ‘925‘ (2020), yang sempat menembus peringkat ke-35 dalam daftar “Top 100 Albums of 2020” di berbagai tangga lagu dunia.

Jika dua album sebelumnya menampilkan perpaduan pop eksperimental dan nuansa melankolis khas London, maka ‘COSPLAY’ terdengar lebih berani, penuh kejutan, dan semakin sulit dikategorikan.

Album ini juga memuat beberapa single yang lebih dulu dirilis: “Jetplane”, yang keluar pada April lalu; “Waxwing” yang dirilis pada Juni; serta “Echoes“, lagu pertama yang diluncurkan sebelum pengumuman album ini. Mereka juga melepas “Today Might Be the Hit”, yang kembali memperlihatkan ketajaman insting pop mereka tanpa meninggalkan karakter eksperimental yang telah jadi ciri khas Sorry.

Sorry Band COSPLAY

Dalam pernyataan resmi, ‘COSPLAY’ digambarkan sebagai karya yang “secara teliti menghapus dan menggambar ulang batasan yang selama ini mereka bangun”. Album ini disebut sebagai dunia di mana siapa pun bisa menjadi siapa saja : masa lalu dan masa kini, nyata maupun imajiner, hidup atau mati.

Deskripsi itu menggambarkan kebebasan kreatif yang menjadi inti dari proyek ini, sebuah proses pembebasan diri dari segala batas yang pernah membentuk Sorry sebelumnya.

Dengan setiap rilisan yang mereka keluarkan, Sorry bukan hanya mengejar bentuk baru dalam sound, tetapi juga mencoba menelusuri identitas dan peran musisi di era yang penuh ilusi dan transformasi digital. ‘COSPLAY’ tampaknya akan memperluas perjalanan itu: album yang bukan sekadar eksperimen, melainkan refleksi artistik yang menantang cara kita memandang musik, persona, dan makna “menjadi diri sendiri”.

Album ‘COSPLAY’ sudah tersedia di berbagai platform musik digital mulai Jumat, diiringi dengan jadwal tur yang siap membawa Sorry kembali ke panggung-panggung utama Eropa dan Inggris.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *