International
Girl Scout Rayakan Pertemanan Dan Kenangan Lewat “Same Kids”
Trio indie rock asal Swedia, Girl Scout, kembali dengan “Same Kids”, single terbaru yang memberi gambaran pertama dari album debut, ‘Brink’, yang akan dirilis pada 20 Maret 2026 lewat AWAL.
Lagu ini berbicara tentang perasaan melankolis saat menemukan orang-orang yang benar-benar memahami kita, namun baru bertemu di usia dewasa. Ia mengajak pendengar membayangkan bagaimana rasanya tumbuh bersama mereka sejak awal: mereka yang berbagi rasa, ketertarikan, dan cara pandang yang sama.
“Saya menghabiskan sebagian besar masa kecil di luar Swedia, di Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman,” ujar vokalis sekaligus gitaris Emma Jansson. “Ketika berusia dua belas tahun, keluarga saya akhirnya kembali dan menetap di kota kecil di Swedia. Butuh beberapa tahun sebelum saya bertemu orang-orang yang benar-benar menyukai hal yang sama dengan saya.”
Emma menambahkan, “Untuk pertama kalinya saya merasa dipahami, seperti dunia tiba-tiba terbuka ketika menemukan orang-orang yang mendengarkan musik serupa dan tertarik pada hal-hal aneh yang saya sukai. Saat saya bertemu Kevin, dan tahu dia juga sempat tumbuh besar di Kanada sebelum kembali ke Swedia, kami menyadari kami punya banyak kenangan masa kecil yang serupa. Itu mengingatkan saya pada momen pertama kali menemukan orang yang sefrekuensi, dan membuat saya bertanya-tanya bagaimana rasanya jika kami sudah saling kenal sejak kecil.”
Perasaan itulah yang menginspirasi ‘Same Kids’ dan menjadi alasan utama kenapa band ini ada: membangun lingkaran kecil dengan bahasa dan nilai-nilainya sendiri.

Diproduseri oleh Alex Farrar (yang sebelumnya bekerja dengan Wednesday dan Snail Mail), “Same Kids” menampilkan ciri khas Girl Scout: melodi gitar yang jernih dan lirik yang tulus. Lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus kehangatan koneksi antar-manusia, seolah menyeimbangkan kerinduan dengan rasa syukur karena akhirnya menemukan tempat untuk pulang.
Selain merilis single “Same Kids”, Girl Scout juga mengumumkan album penuh pertama mereka yang berjudul ‘Brink’, setelah sebelumnya merilis tiga EP dan melakukan tur besar bersama Alvvays.
Album ini terdiri dari 13 lagu yang menggambarkan keseimbangan antara skala dan keintiman: ada lagu-lagu energik yang berdampingan dengan momen-momen tenang dan lembut, di mana kegembiraan dan kecemasan saling berinteraksi, serta kerinduan mendalam akan masa depan yang tidak pasti.
“Brink lahir dari masa ketika saya kesulitan membayangkan seperti apa masa depan,” kata Jansson. “Antara rasa takut dan harapan. Saya merasa berada di tepi sesuatu yang tidak diketahui, menginginkan perubahan tetapi masih terjebak dalam pola yang sama.”
“Kepuasan selalu terasa di luar jangkauan. Melihat kembali masa kecil dan remaja membuat saya menyadari betapa banyak yang telah berubah, dan betapa saya merindukan rasa kemungkinan yang begitu besar saat masih anak-anak. Membuat album ini menjadi cara untuk menyalurkan semua perasaan itu: kebingungan, kesedihan, rasa kehilangan waktu, dan kenyataan bahwa kami sedang menua, serta mencari alasan baru untuk terus melangkah,” tambah Jansson.
Dengan “Same Kids” dan ‘Brink’, Girl Scout tampaknya ingin menunjukkan bahwa nostalgia tidak harus selalu menyedihkan. Nostalgia bisa menjadi cara untuk berdamai dengan diri sendiri, sekaligus mengingatkan kita bahwa tumbuh dewasa bukan berarti kehilangan kemampuan untuk merasa kagum terhadap dunia.


