International

Gorillaz Dan Meditasi Musikal Di “The Manifesto”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Unit virtual legendaris asal Inggris, Gorillaz, kembali bersiap memasuki dunia baru dalam perjalanan musiknya. Mereka akan merilis album terbaru berjudul ‘The Mountain’ pada 20 Maret 2026 melalui label milik mereka sendiri, KONG.

Setelah sebelumnya memperkenalkan single perdana “The Happy Dictator” yang menampilkan Sparks, kini Gorillaz melepas single kedua, “The Manifesto”, kolaborasi lintas benua bersama rapper Argentina Trueno dan mendiang rapper asal Detroit, Proof.

“The Manifesto” juga mempertemukan berbagai musisi asal India, termasuk pemain sarod Amaan Ali Bangash dan Ayaan Ali Bangash, tiupan brass dari Jea Band Jaipur, Ajay Prasanna pada bansuri (seruling India), serta The Mountain Choir yang dipimpin oleh Vijayaa Shanker. Kolaborasi ini menghasilkan lanskap sonik yang kaya dan berlapis, memadukan nuansa hip-hop global dengan spiritualitas musik India klasik.

Dalam siaran persnya, drummer virtual Gorillaz Russel Hobbs menggambarkan lagu ini sebagai refleksi kosmik: “Sebagai debu ruang angkasa, kita akan ada selamanya, dan itu waktu yang sangat panjang. Ini adalah meditasi musikal yang dipenuhi cahaya, perjalanan jiwa yang diiringi hentakan ritme.”

Virtual Band Gorillaz

“The Manifesto” menghadirkan sisi eksperimental Gorillaz yang semakin luas. Di balik konsep virtualnya, proyek ini tetap dipimpin oleh Damon Albarn (Blur) dengan karakter animasi ikonik ciptaan Jamie Hewlett, Murdoc Niccals, Russel Hobbs, 2D, dan Noodle, yang kembali tampil dalam visual dan cerita album.

Beberapa produser juga turut terlibat, di antaranya James Ford, Samuel Egglenton, Remi Kabaka Jr., dan Bizarrap, yang turut berkontribusi pada lagu “Orange County”.

Album ‘The Mountain’ direkam di berbagai lokasi dunia, mulai dari Inggris (Studio 13 di London dan Devon), India (Mumbai, New Delhi, Rajasthan, dan Varanasi), Turkmenistan, Suriah, hingga Amerika Serikat (Los Angeles, Miami, dan New York). Lima bahasa digunakan di album ini: Arab, Inggris, Hindi, Spanyol, dan Yoruba, yang mempertegas karakter global dan spiritual dari proyek ini.

Deretan kolaborator yang muncul di ‘The Mountain’ juga terbilang impresif. Selain para musisi India, terdapat nama-nama besar seperti Anoushka Shankar, Asha Bhosle, Black Thought, Gruff Rhys, Johnny Marr, Paul Simonon, Omar Souleyman, Yasiin Bey, dan IDLES.

Virtual Band Gorillaz

Album ini juga menghadirkan kembali suara beberapa kolaborator yang telah berpulang, termasuk Bobby Womack, Dennis Hopper, dan Tony Allen, sebagai penghormatan terhadap perjalanan musik Gorillaz selama lebih dari dua dekade.

Dalam kisah fiksional yang menyertai album ini, Murdoc, Russel, 2D, dan Noodle diceritakan tengah berkelana di India dengan empat paspor palsu pemberian seorang kenalan bisnis Murdoc di New York. Mereka meninggalkan gemerlap ketenaran pop internasional untuk menelusuri “ritme mistis kehidupan”, di mana musik menjadi bentuk pencarian spiritual.

Album ‘The Mountain’ disebut sebagai karya paling ambisius Gorillaz sejauh ini, sebuah meditasi sonik yang mengaburkan batas antara realitas, imajinasi, dan musik lintas dunia.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *