International

Gorillaz Perluas Peta Musik Lewat Single “Damascus”

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Gorillaz Damascus

Gorillaz memastikan langkah berikutnya dengan mengumumkan album baru berjudul ‘The Mountain‘ yang akan dirilis pada 27 Februari 2026 melalui KONG, label milik mereka sendiri. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, unit virtual pimpinan Damon Albarn ini merilis single keempat, “Damascus”, sebuah kolaborasi lintas budaya yang menghadirkan penyanyi Suriah Omar Souleyman dan Yasiin Bey, nama yang sebelumnya dikenal sebagai Mos Def. Lagu ini langsung menegaskan arah album yang bergerak luas, baik secara geografis maupun musikal.

Sebagai proyek yang sejak awal berdiri di antara dunia nyata dan fiksi, Gorillaz tetap digerakkan oleh Albarn sebagai motor utama, sementara Murdoc Niccals, Russel Hobbs, 2D, dan Noodle menjalankan peran sebagai personel virtual.

Jamie Hewlett kembali menangani artwork dan desain karakter yang menjaga kesinambungan visual yang selama ini melekat kuat pada identitas Gorillaz. Di luar lingkar inti tersebut, ‘The Mountain’ juga melibatkan sejumlah produser dengan latar berbeda, mulai dari James Ford dan Samuel Egglenton, hingga Remi Kabaka Jr. dan Bizarrap yang turut mengerjakan lagu “Orange County”.

“Damascus” ditulis bersama oleh Albarn, Souleyman, dan Yasiin Bey, lalu direkam secara terpencar di berbagai kota seperti Damaskus, London, Devon, Mumbai, dan New York. Proses ini mencerminkan metode kerja album secara keseluruhan yang tidak terikat pada satu tempat atau satu tradisi musik.

Virtual Band Gorillaz

Sebelumnya, Gorillaz telah memperkenalkan ‘The Mountain’ melalui tiga single awal. “The Happy Dictator” yang menampilkan Sparks, disusul “The Manifesto” bersama Trueno dan mendiang rapper Detroit, Proof. Single ketiga, “The God of Lying”, mengajak band post-punk Inggris IDLES dengan sorotan vokal Joe Talbot, dan kembali mendapat sambutan kuat.

Album ini direkam di berbagai belahan dunia, termasuk Inggris di Studio 13 London dan Devon, India dengan lokasi seperti Mumbai, New Delhi, Rajasthan, dan Varanasi, hingga Ashgabat di Turkmenistan, Damaskus di Suriah, serta sejumlah kota di Amerika Serikat seperti Los Angeles, Miami, dan New York. Lima bahasa terdengar sepanjang album, yaitu Arab, Inggris, Hindi, Spanyol, dan Yoruba yang memperlihatkan ambisi Gorillaz untuk memperluas pendengarnya secara global.

Daftar kolaborator ‘The Mountain’ mencakup nama-nama dari lintas generasi dan genre, seperti Ajay Prasanna, Amaan dan Ayaan Ali Bangash, Anoushka Shankar, Asha Bhosle, Asha Puthli, Black Thought, Gruff Rhys, Jalen Ngonda, Johnny Marr, Kara Jackson, Omar Souleyman, Paul Simonon, Sparks, Trueno, hingga Yasiin Bey.

Album ini juga memuat arsip suara dari sejumlah kolaborator yang telah wafat, termasuk Bobby Womack, Dave Jolicoeur, Dennis Hopper, Mark E. Smith, Proof, dan Tony Allen, yang menghadirkan lapisan reflektif tentang waktu dan ingatan.

Dalam keterangan pers, Gorillaz tetap merawat narasi fiksi seputar proses rekaman. Dikisahkan Murdoc, Russel, 2D, dan Noodle kini berada di India, tiba di Mumbai dengan bantuan paspor palsu dari seorang kenalan Murdoc di New York. Mereka digambarkan meninggalkan gemerlap pop internasional dan memilih tenggelam dalam ritme pencarian spiritual, menapaki medan pegunungan kehidupan.

Russel Hobbs menambahkan bahwa ‘The Mountain’ diposisikan sebagai meditasi musikal yang dipenuhi cahaya, sebuah perjalanan batin yang bergerak melalui beat dan refleksi. Album ini menjadi rilisan penuh pertama Gorillaz sejak Cracker Island pada 2023, sekaligus menjadi tanda fase baru yang tampak lebih kontemplatif tanpa kehilangan keberanian bereksperimen.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *