Hasrat Kuasa – Death Escape
Segala bentuk kengerian, ketegangan dan rasa tidak nyaman menjadi bagian penting dari visualnya. Cahaya dan gelap dipakai bukan hanya sebagai estetika, tetapi sebagai permainan psikologis, membentuk rasa frustrasi yang terus menghimpit sejak detik pertama.
Death Escape, kuartet baru dari Bandung yang bergerak dengan naluri liar, resmi memperkenalkan diri lewat single perdana berjudul “Hasrat Kuasa”. Meski nama bandnya terdengar seperti pendatang baru, wajah-wajah di dalamnya sudah lama berkeliaran di berbagai sudut skena.
Willy, yang selama ini dikenal dari Aftercoma, kini berdiri sebagai vokalis. Di belakangnya ada Oktav Mutter, drummer dari Punitive dan Khlorine, yang membawa presisi dan agresi. Posisi gitar diisi Raski, sosok dari Swan Lake Station, sementara area low end dipercayakan kepada Sungkeh, seorang solois hip-hop yang memberi karakter tak terduga di tubuh Death Escape. Formasi ini memadukan latar ekstrem yang berbeda-beda dan mengarahkannya menjadi satu proyek yang tanpa basa-basi.
“Hasrat Kuasa” hadir sebagai pernyataan keras tentang dorongan primitif yang mendorong manusia ke arah kehancuran. Lagu ini berdiri di antara riff yang menggigit, tempo yang menghajar tanpa jeda, dan vokal yang sengaja dibiarkan pecah untuk menangkap kegelisahan yang ingin mereka lemparkan.
Sebagai single debut, Death Escape seakan mengajak pendengar masuk ke ruang yang penuh tekanan, seperti pintu pertama menuju jagat gelap yang sedang mereka bangun.
Peluncuran ini tidak berhenti di audio saja. Death Escape juga merilis video musik “Hasrat Kuasa”, yang langsung menunjukkan ambisi visual mereka. Alih-alih mengikuti pakem video band pada umumnya, mereka memilih pendekatan sinema gelap dengan mood yang sengaja dibikin sesak.
Segala bentuk kengerian, ketegangan dan rasa tidak nyaman menjadi bagian penting dari visualnya. Cahaya dan gelap dipakai bukan hanya sebagai estetika, tetapi sebagai permainan psikologis, membentuk rasa frustrasi yang terus menghimpit sejak detik pertama.
Dalam video itu, elemen-elemen absurd dan menjijikkan muncul tanpa peringatan, seperti serpihan mimpi buruk yang sulit diurai. Bukan hanya menampilkan band sedang bermain, video ini lebih seperti potongan film pendek yang menolak memberi ruang bernafas. Setiap adegan diarahkan untuk memancing reaksi visceral, membuat penonton merasakan konflik batin yang menjadi inti lagu.
“Hasrat Kuasa” dirilis melalui kanal YouTube REVERGE, label independen asal Bandung yang mewarisi semangat 40124 Records dan 40124 Reverse. Pilihan bekerja dengan REVERGE terasa tepat, mengingat karakter gelap dan ekstrem yang mereka usung sejalan dengan identitas visual dan sonik yang dibangun Death Escape.
Dengan debut seperti ini, Death Escape tampaknya tidak sedang mencari aman. Mereka memperkenalkan diri lewat pendekatan penuh risiko, baik secara musikal maupun visual.
“Hasrat Kuasa” membuka pintu ke dunia yang kasar, tidak nyaman, namun sulit diabaikan, sebuah undangan awal dari band yang tampaknya punya visi jelas tentang gelap seperti apa yang ingin mereka hadirkan.
Support Gigsplay Dengan Saweria
