New Tracks

“Iridescent” Menjadi Pintu Masuk Baru Ke Semesta Elektronik Strange Fruit

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Strange Fruit Shoegaze Jakarta
Strange Fruit (credit: Mellow Splice)

Strange Fruit kembali muncul ke permukaan dengan pendekatan yang terasa lebih matang, lebih liar, dan lebih terbuka terhadap segala kemungkinan. Lewat single terbaru berjudul “Iridescent”, mereka merangkai dunia suara yang terasa seperti pintu masuk menuju ruang lain: sebuah dimensi di mana gema sintetis, denyut mesin, dan intuisi rock yang masih hangat bersinggungan tanpa ragu.

Musik yang mereka bentangkan di sini seperti memantik ingatan visual; setiap lapisan nadanya memberi kesan seolah pendengar sedang menatap cahaya yang memantul di permukaan sayap kupu-kupu, bergerak pelan namun tak pernah berhenti. Ada sensasi melayang, tenggelam, lalu terangkat lagi oleh suara-suara yang dirancang seolah menjadi pemandu imaji.

Strange Fruit memang tidak sedang bermain aman. Mereka bergerak dalam orbit yang semakin jauh dari akar awalnya, namun tetap menyisakan jejak energi yang dulu membuat nama mereka mencuat saat melepas EP ‘The Dolphin Leap‘ di tahun 2015.

“Iridescent” menjadi simbol kelahiran kembali setelah bertahun-tahun pasang surut, jeda panjang, dan pencarian bentuk artistik yang memakan waktu satu dekade. Bagi Baldi Calvianca, vokalis dan penggerak sintetis kelompok ini, atmosfer baru tersebut terasa seperti pengalaman inkarnasi. Ada dorongan untuk mengekspansi kemungkinan, mengolah kembali rasa penasaran, dan membangun identitas Strange Fruit pascapandemi secara lebih tegas.

Band Strange Fruit Jakarta

Strange Fruit (credit: Mellow Splice)

Kosmische tetap jadi rumah spiritual mereka. Ketika synthesizer memancarkan napas ambient dan membentuk gelombang yang mengalir berlapis-lapis, karakter Strange Fruit memantul dengan terang. Unsur rave muncul sebagai latar, sementara semangat rock tetap mengalir dalam bentuk yang lebih abstrak.

Bayangan Acid House menyusup lembut, menyatu dengan sensibilitas shoegaze yang menguar dari gitar-gitar yang diproses hingga terdistorsi halus. Irza Aryadiaz menyebut hasilnya sebagai sesuatu yang “nyetrum tapi ngambang”, merujuk pada bagaimana lagu ini bergerak dengan tenaga minimalis namun tetap memunculkan intensitas yang sukar ditebak.

Jejak estetika yang mereka tarik pun luas. Ada dentum bass yang mereferensikan house Inggris era 90-an, ada kebiasaan melodis yang mengingatkan pada gaya noise pop Jesus and Mary Chain, ada jejak alienasi glam dan eksperimental ala Bowie dan Eno, hingga dimensi elektronik Mort Garson atau Robert Henke.

Tidak ketinggalan pendekatan mekanik khas Autobahn yang memberi kesan berkelana di kota masa depan, selaras dengan nuansa avant-pop model Broadcast, Stereolab, dan beberapa rilisan ikonik Warp Records. Kombinasinya terasa metropolis, dingin sekaligus akrab, seperti mendengar suara kota yang sedang memantulkan dirinya ke langit malam.

Baldi mengakui bahwa keinginan terbesar mereka adalah menemukan bunyi-bunyi yang tak bisa lahir dari gitar. Beralih ke ranah elektronik memberi ruang bagi eksplorasi lebih luas, membebaskan mereka dari pola lama yang dirasa mulai buntu.

Mesin menjadi fondasi, tapi perasaan manusiawi tetap dijaga melalui sisipan drum analog dan garis gitar yang tidak sepenuhnya ditinggalkan. Menurut Irza, penggabungan dua karakter tersebut adalah inti dari evolusi Strange Fruit: mesin dan manusia saling menopang, bukan bertentangan.

Iridescent

Drips artwork (credit: Mellow Splice)

Denyut “Iridescent” bergerak dinamis sejak detik pertama. Intro yang dipenuhi serpihan synthesizer segera disusul ritme drum machine, garis bass yang disederhanakan, dan ruang kosong yang dibiarkan terbuka sebagai kanvas.

Ketika vokal Baldi masuk dengan mantra berulang, lagu ini terasa semakin hidup. Ada karisma flamboyan yang memanggil pendengar untuk ikut bergerak, mengambil jarak dari rutinitas, dan memeluk sisi hidup yang lebih ringan. Di balik itu semua, Strange Fruit sendiri memaknai single ini sebagai bentuk penyembuhan. Mereka menyebutnya cahaya kecil yang muncul dari kegelapan, sesuatu yang membawa kebaikan di tengah hari-hari yang terasa suram.

“Iridescent” diproduseri bersama Bernardus Fritz dan dirilis pertama kali melalui Bandcamp Gentle Tuesday Recordings pada 24 November 2025, sebelum meluncur ke seluruh layanan streaming digital pada 10 Desember. Single ini juga menjadi pembuka kampanye menuju EP ‘Drips’, yang dijadwalkan rilis pada Maret 2026 melalui label yang sama.

Setelah satu dekade penuh jeda dan perubahan arah, Strange Fruit kembali dengan identitas yang lebih tegas dan dunia suara yang lebih kaya. Mereka bukan lagi sekadar band shoegaze-electronica yang pernah mencuri perhatian, tetapi kelompok yang kini siap menerabas batas dan memperluas cakupan artistiknya.

Dengan lagu “Iridescent”, mereka memulai langkah pertama menuju fase baru yang terasa lebih berani, lebih personal, dan lebih menarik untuk diikuti.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *