New Tracks
Jisatsu Youth Dokumentasikan Duka Dan Ingatan Dalam “26’ Demos”
Jisatsu Youth, yang juga dikenal sebagai [自殺] Youth, memperkenalkan diri sebagai proyek musik yang berusaha mengungkapkan perasaan-perasaan samar yang muncul dari rutinitas harian yang terasa monoton dan berulang. Maxi-single debut mereka bertajuk “26’ Demos” dirilis pada 23 Januari 2026 dan kini tersedia di semua platform streaming digital. Maxi-single ini menjadi awal perjalanan band ini di ranah skramz/post-rock.
Pilihan sonik Jisatsu Youth bergerak di antara dua kutub yang kontras. Di satu sisi terasa abrasif, di sisi lain tetap menyisakan kelembutan. Tremolo gitar bernada tinggi yang disertai reverb hangat membentuk lanskap emosional yang luas, sementara hentakan blast beat yang mengambil referensi dari black metal memberi tekanan intens pada keseluruhan komposisi.
Di atas fondasi tersebut, lirik-lirik jujur yang bersumber dari pengalaman personal disampaikan tanpa banyak penyaring, menghadirkan kepedihan yang terasa dekat dan nyata. Formula ini bukan hal baru dalam spektrum musik ekstrem emosional, tetapi tetap menyentuh dan relevan, terutama bagi pendengar yang memiliki kedekatan dengan tema-tema duka dan kehilangan
Band ini terbentuk pada akhir tahun 2025 berkat hubungan personal yang kuat dan keinginan bersama untuk menciptakan karya. Jisatsu Youth terdiri dari Jonathan Suryo dari Fleuro, Dennis Ichwan dari Spitrage, Hardika Gutama dari Contemporary Art, Paksi Ganang dari Sunne, dan Michael Paul W. dari Issa Noise. Latar belakang mereka yang beragam dari berbagai proyek musik memberikan warna unik pada karakter suara yang mereka ciptakan bersama.
“26’ Demos” memuat dua lagu, “Cakrawala” dan “Remembrance”, yang saling terhubung secara tematik. “Cakrawala” menggambarkan suasana kelam saat kematian hampir merenggut orang terkasih, serta reaksi emosional yang muncul saat berusaha meringankan penderitaan tersebut. Lagu ini memiliki tensi yang berat dan penuh kegelisahan.
Sebagai kelanjutannya, “Remembrance” hadir dengan pendekatan yang lebih hangat dan ringan. Lagu ini mengajak pendengar untuk mengenang sosok terkasih yang telah pergi, merayakan jejak kehadiran mereka dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerimaan yang tulus.
Untuk menjaga intensitas emosional tersebut, Jisatsu Youth memilih untuk merekam secara live. Pendekatan ini dianggap paling jujur dan organik untuk menangkap dinamika perasaan yang ingin mereka sampaikan. Seluruh materi direkam di Drive2Studio, Kalibata, dengan bimbingan Viko Vieraldo S, Sn., sosok di balik Kinetik Records.
Berbasis di Jakarta, Jisatsu Youth memandang musik sebagai dokumen perasaan yang mentah dan manusiawi, sebuah medium untuk merekam duka, ingatan, dan kelumpuhan emosional tanpa upaya menyembunyikan luka yang ada.

