Flash News

Leon Koil Meluncurkan Buku “Dapur Rock N’ Roll: Di Antara Musik Dan Masak”

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Leon Ray Legoh

Leon Ray Legoh, drummer dari band rock/metal/industrial legendaris asal Bandung, Koil, kembali membuat kejutan. Namun kali ini bukan dari balik drum atau panggung musik keras, melainkan melalui sebuah buku berjudul “Dapur Rock N’ Roll: Di Antara Musik dan Masak”. Diterbitkan oleh Media Cendekia Muslim (MCM), buku ini menggabungkan dua dunia yang sejak lama dekat dengannya: musik dan dunia kuliner.

Lewat buku ini, Leon mewujudkan impian masa kecil yang sempat ia kubur dalam-dalam. Ia mengaku pernah bermimpi menjadi penulis buku, tapi merasa tak punya kemampuan menulis yang mumpuni. Aktivitasnya sebagai musisi dan pebisnis kuliner juga menyita hampir seluruh waktunya.

Walau begitu, kegemarannya membaca dan menulis tetap hidup dalam bentuk yang lebih santai, melalui blog dan media sosial. Awalnya, tulisan-tulisan itu hanya ditujukan untuk mempromosikan RM Legoh, restoran yang ia kelola bersama Otong (vokalis Koil). Tanpa disangka, tulisan itu mendapat sambutan hangat dan terus dinantikan pembacanya.

Dari sanalah benih buku ini tumbuh. Dorongan datang dari seorang teman, Wiradi atau Wengky, yang merasa tulisan-tulisan Leon punya kekuatan lebih dari sekadar teks promosi. Ia menantang Leon untuk mengumpulkan dan menerbitkannya dalam bentuk buku. Tantangan itulah yang menyulut kembali semangat lama Leon. Ia menyambut ide itu dengan semangat khasnya: “Rock n’ roll ajalah!

Buku ini berisi kumpulan tulisan dari blog dan cuitan Twitter yang ditulis Leon pada rentang 2007–2012. Ia menyusun ulang fragmen-fragmen cerita itu menjadi sebuah narasi utuh yang memotret keterkaitan antara musik dan memasak dalam hidupnya.

Leon Ray Legoh buku Dapur Rock N’ Roll

Buku Dapur Rock N’ Roll: Di Antara Musik Dan Masak

Menurut Leon, dua dunia itu tak hanya berjalan berdampingan, tapi juga saling menyatu. Baginya, dapur dan panggung punya denyut yang sama: ruang berekspresi, tempat proses kreatif tumbuh, dan ladang eksplorasi yang terus berkembang.

Secara keseluruhan, “Dapur Rock N’ Roll” terdiri dari 19 bab yang terbagi dalam dua bagian besar: musik dan masak. Di dalamnya, Leon menulis tentang awal kariernya bersama Koil dan bagaimana ia membangun RM Legoh dari nol.

Ia membagikan banyak kisah di balik menu-menu yang kini ikonik, seperti Nasi Goreng Hitam, dan juga membocorkan beberapa resep andalannya. Namun buku ini tidak berhenti di soal dapur. Ia juga membedah strategi bisnis, suka duka mengelola restoran, hingga dinamika menghadapi pelanggan dan ekspektasi pasar.

Salah satu poin menarik, menurut Leon, adalah bagaimana kehidupan di balik dapur tak kalah kompleks dibanding dunia musik. Banyak pelajaran tentang ketekunan, inovasi, bahkan pengelolaan ego yang ia dapatkan dari sana.

Semua itu dibagikannya secara jujur, dalam bahasa sehari-hari yang akrab dan ringan, seolah sedang mengobrol langsung dengan pembaca. Gaya penulisan Leon yang blak-blakan justru menjadi kekuatan utama buku ini, apa adanya, tidak menggurui, dan mudah dicerna siapa pun.

Pada awalnya, naskah yang dikirimkan Leon ke penerbit hanya berisi cerita seputar kuliner. Namun setelah melalui diskusi, bagian tentang Koil dan dunia musik akhirnya ditambahkan. Penerbit merasa dua sisi ini sudah menjadi identitas Leon yang tak bisa dipisahkan. Tambahan itu justru memperkaya narasi buku, membuatnya lebih lengkap sebagai potret perjalanan seorang musisi yang juga chef.

Leon Ray Legoh drummer Koil

Leon Ray Legoh

Buku ini juga dilengkapi kata pengantar dari Ade Putri Paramadita, seorang culinary storyteller dan mantan road manager band Seringai. Ia menyoroti sisi personal dalam tulisan-tulisan Leon yang bukan hanya soal makanan atau musik, tapi juga refleksi kehidupan, perjuangan, dan kegigihan dalam merintis sesuatu dari bawah.

Sebagai pelengkap, Leon juga merilis lagu berjudul “Bumbu Ajaib” dari proyek musik bernama Leon and the Sous Chef Hats. Lagu ini bisa didengarkan di berbagai platform streaming seperti Spotify, menandai bahwa kehadiran buku ini tidak berdiri sendiri, tetapi didukung oleh karya musik sebagai semacam “soundtrack” perjalanan Leon di dapur dan panggung.

Di balik kisah dan catatan yang tertuang, Leon ingin menyampaikan satu pesan utama: bahwa keberanian memulai jauh lebih penting dari menunggu untuk jadi sempurna. Ia ingin menginspirasi pembaca agar berani menjajal hal-hal baru, termasuk merintis usaha sendiri, bahkan ketika merasa belum cukup siap. “Dapur Rock N’ Roll” adalah bukti bahwa mimpi masa kecil bisa tetap tumbuh, meski harus menunggu waktu yang tak sebentar.

Bagi Leon, memasak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, dan kegembiraan. Dan lewat buku ini, ia mengajak pembaca untuk merayakan kegembiraan itu. Sebuah kegembiraan yang lahir dari keberanian mengambil langkah, menjalani hidup dengan sepenuh hati, dan menjahit potongan-potongan pengalaman menjadi kisah utuh yang layak dibaca siapa pun.

Buku “Dapur Rock N’ Roll: Di Antara Musik dan Masak” bisa didapatkan melalui tautan berikut : https://bit.ly/BukuDapurRockNRoll

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *