Music News
I’m With Pulp – Are You?: Mark Webber Hadirkan Arsip 40 Tahun Perjalanan Band
Gitaris Pulp, Mark Webber, resmi mengumumkan rangkaian tur buku di Inggris untuk karya terbarunya berjudul “I’m With Pulp – Are You?”. Tur ini akan digelar dalam format “in conversation” atau diskusi langsung bersama publik yang menghadirkan pengalaman intim bagi para penggemar band asal Sheffield tersebut.
Buku “I’m With Pulp – Are You?” dirilis pada September tahun lalu. Di dalamnya, Webber merangkum arsip pribadinya yang dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun bersama Pulp.
Koleksi itu berupa benda-benda memorabilia, mulai dari foto, flyer, sampul rekaman, daftar lagu konser, pin, poster, guntingan media, hingga pernak-pernik merchandise. Seluruhnya membentuk potret visual perjalanan band yang dikenal luas lewat gaya musik pop eksperimental khas Inggris pada dekade 1990-an.

Buku “I’m With Pulp – Are You?”
Buku tersebut juga dilengkapi kata pengantar dari sang vokalis, Jarvis Cocker, yang menyebut Mark Webber sebagai “penimbun” sekaligus “penggemar pertama” dan bahkan “tour manager pertama” Pulp, jauh sebelum ia resmi bergabung pada 1995. Pengakuan itu tak sekadar nostalgia, melainkan juga penanda betapa dalamnya keterikatan Webber dengan grup yang telah melekat dalam sejarah Britpop.
Tur buku ini akan dimulai setelah Pulp menutup rangkaian tur Amerika Utara mereka pada akhir bulan ini. Selain membicarakan buku, Webber juga akan merayakan 30 tahun album klasik ‘Different Class‘ yang dirilis pada 1995. Rangkaian tur dimulai di Lincoln pada 5 Oktober, lalu berlanjut ke St Albans, Hebden Bridge, Manchester, Pontefract, Birmingham, Nottingham, Sheffield, Swansea, hingga Portsmouth. Tiket untuk setiap kota sudah resmi tersedia.
Dalam wawancara bersama salah satu media musik, Webber menanggapi komentar Cocker tentang dirinya sebagai penggemar pertama Pulp. Ia merendah dengan mengatakan, “Saya mungkin bukan penggemar pertama, tapi bisa dibilang termasuk segelintir orang yang sudah ada sejak pertengahan hingga akhir 1980-an.”

Pulp : Mark Webber, Jarvis Cocker, Candida Doyle, Nick Banks (photo: Tom Jackson)
Ia mengenang masa-masa ketika Pulp belum banyak menarik perhatian, sebelum akhirnya menjadi lebih terorganisir sekitar 1991. Saat itu, karena keterlibatannya dalam mengatur konser dan membuat fanzine, Mark Webber diminta membantu sebagai tour manager. “Bagi remaja yang mengidolakan band, siapa yang bisa menolak kesempatan untuk ikut serta, bahkan sampai harus mengangkat peralatan di tangga kayu reyot sepanjang malam?” kenangnya.
Kembalinya Pulp ke panggung musik tahun ini juga ditandai dengan perilisan album kedelapan mereka, ‘More‘, yang hadir pada Juni. Album penuh pertama setelah 24 tahun itu disambut hangat. Album ini dipandang setara dengan kebangkitan Blur lewat ‘The Ballad Of Darren’ dan kembalinya Suede dengan deretan album pascareuni.
Sebagai tambahan, Pulp juga mengumumkan rilis ulang ‘Different Class’ dengan bonus istimewa: rekaman penampilan ikonik mereka di Glastonbury 1995 yang untuk pertama kalinya akan dipublikasikan.
Support Gigsplay Dengan Saweria