New Albums

Mess In Balance Menyalakan Kembali Semangat Rock Era 70-an Lewat “Sacred Of Ignis”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Mess In Balance

Mess In Balance menutup perjalanan kreatif tahun ini dengan langkah besar lewat perilisan album perdana bertajuk ‘Sacred Of Ignis’. Unit rock asal Surakarta ini resmi melepas album tersebut pada 14 November 2025, setelah sebelumnya memperkenalkan diri ke publik melalui single “Bring It Back” pada 2024 dan maxi single “Shepherds Of The Veil” di pertengahan 2025.

Rilisan album penuh ini menjadi langkah baru bagi Mess In Balance, sekaligus rangkuman dari proses pencarian identitas musikal yang mereka bangun sejak awal terbentuk.

‘Sacred Of Ignis’ lahir dari pengalaman personal para personelnya selama berkarya dan bertumbuh bersama. Album ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi musik, tetapi juga sebagai catatan perjalanan batin yang dipenuhi pergulatan, kegelisahan, serta upaya memahami diri sendiri.

Visual obor yang hadir pada sampul album menjadi simbol utama yang ingin disampaikan Mess In Balance, api sebagai tanda kehidupan, perlawanan, dan semangat untuk terus menyala. Lewat simbol tersebut, mereka mencoba menghadirkan kembali nyawa rock era 1970-an ke dalam konteks masa kini.

Secara tematik, ‘Sacred Of Ignis’ merefleksikan proses pendewasaan seorang manusia yang berhadapan dengan sisi gelap dirinya sendiri. Album ini berkisah tentang seorang pemuda yang merasa dunia terlalu sempit bagi mimpi-mimpinya, sosok keras kepala yang percaya bahwa hidup harus dijalani dengan suara lantang.

Band Mess In Balance single Sacred Of Ignis

Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan jiwa-jiwa sejenis, para pengelana dari utara yang sama-sama terasing, mencari makna kebebasan lewat kebersamaan di tengah dunia yang gelap dan penuh ketidakpastian.

Narasi tersebut dijahit dengan gagasan sederhana, bahwa hidup hanya terjadi sekali dan kematian adalah kepastian. Api yang berkobar, kegelisahan yang terus menyala, persahabatan, serta pencarian makna menjadi benang merah yang membangun identitas album ini. Baik secara cerita maupun musikalitas, ‘Sacred Of Ignis’ hadir sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Dari sisi musik, Mess In Balance mengarahkan ‘Sacred Of Ignis’ ke nuansa rock 70-an yang kental. Distorsi gitar yang tebal, tempo berat, dan permainan ritme yang padat menjadi ciri utama album ini.

Pendekatan tersebut memberi ruang bagi energi mentah sekaligus atmosfer yang gelap dan intens, sejalan dengan tema yang mereka angkat. Meski berangkat dari referensi klasik, Mess In Balance tidak hanya bernostalgia, melainkan berusaha menghadirkan kembali semangat era tersebut dengan sentuhan kekinian.

Mess In Balance merupakan kuintet rock yang terbentuk di Surakarta pada 2023. Lima personel dengan latar belakang berbeda dipertemukan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Seni, lalu sepakat membangun band dengan visi yang sama. Formasi ini diisi oleh Haszan di vokal, Dito di gitar dan vokal latar, Darmo di gitar dan vokal latar, Alif di bass, serta Ilan di drum.

Dengan mengusung semangat classic rock yang dipadukan energi modern, Mess In Balance banyak mengambil inspirasi dari band-band legendaris seperti Led Zeppelin dan Montrose, juga dari nama kontemporer seperti Greta Van Fleet. Perpaduan referensi tersebut membentuk identitas musikal yang tegas, dinamis, dan terasa personal, yang kini dirangkum secara utuh lewat ‘Sacred Of Ignis’.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *