New Tracks

Metzdub & Sirin Farid Stevy Satukan Visi Dalam Single Kolaboratif “Berani + Bahagia”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Metzdub dan Sirin Farid Stevy
Metzdub & Sirin Farid Stevy (Press)

Ekosistem seni Yogyakarta sejak lama dikenal sebagai ruang tumbuh bagi talenta kreatif yang saling terhubung lintas disiplin. Kota ini membentuk jaringan komunitas yang hidup, di mana seniman dan musisi bertemu, bertukar gagasan, lalu melahirkan karya secara berkelanjutan.

Dari ruang-ruang perjumpaan yang terbentuk secara organik itu, kolaborasi kerap muncul tanpa rekayasa. Salah satu pertemuan terbaru yang lahir dari iklim tersebut adalah kerja sama antara produser elektronik Metzdub dan seniman sekaligus musisi Sirin Farid Stevy.

Metzdub, produser musik elektronik berbasis di Yogyakarta, sebelumnya menarik perhatian lewat kolaborasinya dengan Elda Suryani dari Stars & Rabbit. Proyek berjudul “Prachodayat” menjadi fase baru dalam perjalanan kreatifnya, sekaligus mempertegas langkah eksplorasi setelah ia dikenal sebagai bagian dari duo Dubyouth Soundsystem.

Latar belakangnya sebagai DJ dan penggemar teknologi audio, termasuk keterlibatannya dengan produk speaker Muztika, membentuk pendekatan produksi yang detail dan teknis.

Metzdub single Berani + Bahagia

Metzdub (DJ & Produser Musik)

Perjalanan musikal Metzdub bermula dari ketertarikannya pada drum & bass. Seiring waktu, pencarian personal dan ketertarikannya pada isu spiritual mendorong perubahan arah estetik yang terasa dalam karya-karya solonya.

Salah satu proyek penting adalah duo Mackerel bersama gitaris Seek Six Sick, Jimi Mahardikka. Lewat single “Aku Ingin Seperti RX King”, keduanya memadukan dub, trip hop, dan sentuhan gitar psikedelik, menunjukkan kecenderungan Metzdub untuk terus menantang batasan genre.

Di sisi lain, Sirin Farid Stevy dikenal luas sebagai vokalis dan penulis lirik FSTVLST, sekaligus seniman visual dengan identitas kuat. Lulusan Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini sejak masa kuliah telah berinteraksi intens dengan komunitas lintas bidang. Pertemanan di luar lingkup desain membawanya semakin dekat dengan dunia musik sejak awal 2000-an.

Bagi Farid, musik awalnya menjadi ruang rekreasi kreatif. Namun, seiring waktu, praktik bermusik dan kerja seni rupa saling memengaruhi. Ia kemudian meramu keduanya dalam satu kerangka konseptual yang konsisten. Penggunaan warna hitam, putih, dan merah menjadi ciri visual yang terus hadir dalam karya-karyanya, baik di musik maupun seni visual, membentuk identitas yang mudah dikenali.

Sirin Farid Stevy

Sirin Farid Stevy (vokalis FSTVLST & Seniman)

Pertemuan Metzdub dan Farid terasa wajar dalam konteks Yogyakarta sebagai laboratorium terbuka bagi eksperimen seni. Meski berasal dari latar berbeda, keduanya menemukan titik temu dalam keinginan menghadirkan perspektif lokal ke dalam karya kolaboratif. Lokalitas di sini tidak semata merujuk pada tradisi, tetapi juga pengalaman keseharian yang konkret dan dekat dengan kehidupan.

Proses kreatif mereka berlangsung secara eksperimental, memberi ruang bagi pertukaran ide dan penjelajahan kemungkinan. Metzdub menggambarkan kolaborasi ini sebagai pertemuan gagasan dan keberanian untuk berkarya. Pandangan tersebut menjadi fondasi lahirnya single “Berani + Bahagia”, sebuah proyek yang menekankan pentingnya dialog antara perbedaan.

Dalam kolaborasi ini, perbedaan latar musikal tidak dihapus, melainkan dimanfaatkan sebagai sumber energi kreatif. Racikan musik elektronik Metzdub bertemu dengan karakter vokal, potongan lirik, dan sentuhan visual khas Farid. Hasilnya adalah komposisi yang memadukan tekstur elektronik dengan ekspresi artistik yang personal.

Proyek ini juga melibatkan sejumlah kolaborator lain. Roby Setiawan, gitaris FSTVLST, menyumbangkan riff gitar, sementara Yabes Yuniawan dari Naughtyboy mengisi synth bass. Paulus Neo dari Majelis Lidah Berduri turut berperan pada keyboard dan synth. Proses mixing dan mastering ditangani Grayce Soba di Soba Studio.

Single “Berani + Bahagia” mendapat dukungan Tanda Tambah sebagai produser eksekutif. Keterlibatan mereka selaras dengan semangat kolaborasi dan penekanan pada konteks lokal yang menjadi bagian penting dari proyek ini.

Lagu ini dijadwalkan untuk dirilis secara resmi melalui berbagai platform musik digital oleh DoggyHouse Records pada 14 Februari 2026, dan menjadi fase baru dalam dialog kreatif antara dua seniman yang tumbuh dari ekosistem Yogyakarta.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *