International

Nothing Rilis Single “cannibal world” Sebagai Pembuka Era Baru Yang Kelam

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Nothing
Nothing (credit: Luke Ivanovich)

Nothing, ikon shoegaze asal Philadelphia, kembali dengan kabar baru dalam perjalanan musik mereka. Band yang sudah dikenal lewat karakter suara besar dan atmosfer melankolis ini siap merilis album kelima bertajuk ‘a short history of decay’ pada 27 Februari mendatang melalui Run For Cover Records.

Judulnya terdengar getir, dan isinya benar-benar menyelami tema tersebut: waktu yang terus menggerus tubuh, memori yang tak selalu dapat dipercaya, serta kenyataan pahit yang tak bisa dihindari.

Album ini hadir di momen yang penting. Nothing kini memiliki formasi baru yang terasa segar: frontman Domenic “Nicky” Palermo ditemani Doyle Martin (Cloakroom) di gitar, Bobb Bruno (Best Coast) di bas, Zachary Jones (MSC, Manslaughter 777) di drum, dan Cam Smith (Ladder To God, Cloakroom) di gitar.

Nama-nama dengan rekam jejak yang kuat ini berkumpul untuk menyulam nuansa shoegaze yang luas dengan ekspresi yang lebih lugas dan personal. Musik Nothing masih terdengar megah, tetapi ada lapisan kejujuran yang lebih tajam, seolah Palermo tak lagi ingin bersembunyi di balik distorsi.

Nothing shoegaze Band

Nothing di Festival Slide Away (credit: Cam Smith)

Selain pengumuman album, Nothing juga merilis single terbaru berjudul “cannibal world” lengkap dengan video musiknya. Lagu ini masih mempertahankan semua ciri khas mereka: gitar yang bergulung seperti ombak berat, vokal Palermo yang terdengar rapuh, serta suasana kelam yang akrab bagi penggemar lama.

Namun ada sesuatu yang berbeda di sini. Ada rasa rentan yang lebih terbuka, sebuah pengakuan tentang betapa kerasnya hidup mencabik orang dari dalam, menggerogoti sampai tinggal sisa yang harus tetap bertahan.

Untuk merayakan peluncuran ‘a short history of decay’, Nothing akan mengadakan festival mereka sendiri yang dinamakan Slide Away. Festival ini akan berlangsung di tiga kota besar di Amerika Serikat: New York City, Chicago, dan Los Angeles.

Acara ini tidak hanya menandai awal yang baru, tetapi juga merayakan 10 tahun album ‘Tired of Tomorrow‘, yang masih dianggap sebagai salah satu rilis shoegaze paling emosional dalam dekade terakhir. Beberapa nama istimewa akan tampil di panggung, termasuk Hum, Chapterhouse, dan Swirlies, tiga band yang memiliki peran penting dalam perkembangan skena alternatif yang penuh nuansa ini.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *