New Tracks
“Pudar” Dan Langkah Baru Fusi Menuju EP Perdana
Fusi, unit rock alternatif dari Jakarta, kembali hadir dengan single terbaru mereka yang berjudul “Pudar”. Lagu ini menjadi fase baru perjalanan mereka, baik dari sisi narasi maupun musikalitas.
Alih-alih berkutat pada ratapan panjang soal patah hati, “Pudar” menghadirkan perspektif yang lebih jujur dan dewasa. Fusi membahas kesedihan dalam hubungan, baik itu dengan pasangan, sahabat, atau orang-orang terdekat, tanpa membuat pendengarnya terjebak terlalu lama dalam perasaan tersebut.
“Pudar” berawal dari ide sederhana bahwa tidak semua kegagalan perlu disesali secara berlarut-larut. Kesedihan diakui sebagai bagian dari proses, bahkan perlu dirayakan dalam batas tertentu, sebelum akhirnya bisa dilepaskan.
Emosi yang diluapkan, tangis yang dikeluarkan, atau kemarahan yang diakui, semua itu dianggap penting agar seseorang bisa bangkit kembali. Dalam konteks ini, “Pudar” terasa seperti ratapan terakhir yang sengaja dituntaskan, sebelum perlahan membuka jalan menuju pemulihan dan semangat baru.

Bagi Fusi, lagu ini juga menjadi medium pelepasan emosi yang cukup personal. Ada kesan lega yang ingin mereka sampaikan, seolah lagu ini menjadi ruang aman bagi siapa pun yang sedang berada di titik kehilangan atau kegagalan. Tanpa kalimat klise atau pesan motivasi yang menggurui, “Pudar” memilih berbicara apa adanya, membiarkan pendengar menemukan maknanya sendiri.
Dari sisi musikalitas, “Pudar” memperlihatkan sisi Fusi yang berbeda dibandingkan dengan dua single sebelumnya, “Kubus” yang dirilis pada 2023 dan “Light” yang menyusul di awal 2025. Lagu ini terdengar lebih matang dan lebih terarah.
Aransemen disusun dengan cermat, riff gitar diletakkan di posisi yang mudah diingat, dan keseluruhan lagu mengalir dengan dinamika yang terjaga. Warna rock alternatif era 2000-an terasa kental, mengingatkan kita pada masa ketika distorsi gitar dan melodi emosional menjadi ciri khas sebuah band.
Kehadiran John di posisi vokal dan gitar membawa pengaruh besar terhadap arah baru ini. Ia hadir bukan sekadar sebagai tambahan personel, tetapi sebagai pemantik pembaruan dalam tubuh Fusi. “Dengan kehadiran John, kami berharap Fusi punya warna dan karakter baru yang lebih kuat dan unik,” ujar Three dan Visal, dua personel awal yang menginisiasi band ini. Perubahan tersebut terasa jelas di “Pudar”, yang terdengar lebih percaya diri dan solid.
Proses pengerjaan lagu ini dilakukan secara total, baik dari sisi teknis maupun konsep. Tidak ada bagian yang terasa setengah jadi. Justru “Pudar” terdengar seperti gambaran paling jujur tentang warna Fusi saat ini, sekaligus petunjuk arah ke mana mereka akan melangkah. Lagu ini juga terasa tepat sebagai pembuka menuju perilisan EP perdana yang sudah mereka siapkan.
Saat ini, Fusi diperkuat oleh John pada vokal dan gitar, Three di posisi drum serta vokal latar, dan Visal pada gitar serta vokal latar. Formasi trio ini membuat mereka terdengar lebih ringkas, fokus, dan efisien dalam meramu ide. Fusi optimistis “Pudar” bisa diterima oleh pendengar yang lebih luas, terutama mereka yang tumbuh bersama musik rock alternatif dengan karakter kuat.
“Pudar” dijadwalkan rilis serentak pada 11 Januari 2026 di berbagai platform musik digital. Video liriknya juga akan tayang di tanggal yang sama melalui kanal YouTube resmi FusiMusicTV. Selain single ini, Fusi tengah mempersiapkan mini album perdana yang direncanakan meluncur pada 2026, dengan proses produksi materi lagu dilakukan sepanjang semester pertama 2026.
Fusi berdiri di Jakarta pada 2020, terinspirasi oleh geliat indie rock dan rock alternatif era 1990 hingga 2000-an. Berawal dari Three dan Visal yang mengajak beberapa rekan lain, mereka sempat mengalami bongkar pasang personel sebelum akhirnya menemukan bentuk paling solid seperti sekarang.
Dengan “Pudar”, Fusi seperti menemukan suara yang benar-benar mencerminkan siapa mereka hari ini.
