New Tracks
“Pulang” Jadi Anthem Perjalanan Baru Dari DITRIA
DITRIA kembali merilis karya baru lewat single kedua mereka berjudul “Pulang”, sebuah langkah yang semakin menegaskan posisi band ini sebagai proyek kolektif tanpa vokalis tetap. Alih-alih menetapkan satu suara sebagai identitas permanen, DITRIA sejak awal memilih menjadikan vokal sebagai ruang kurasi dan kolaborasi.
Pada rilisan terbaru ini, mereka menggandeng LAMLAM dari Closehead sebagai pengisi vokal, pilihan yang menghadirkan spektrum emosi lintas generasi sekaligus memperkuat benang merah cerita lagu tentang pergi, bertahan, dan akhirnya kembali.
“Pulang” lahir dari proses yang digarap secara serius. Ardy Gamma dari Novalake dipercaya sebagai produser, sementara Dow dari Do Sepsa bertindak sebagai vocal director. Keduanya berperan penting dalam mengarahkan nuansa emosional lagu agar tetap sejalan dengan karakter DITRIA, tanpa mengurangi ruang ekspresi bagi LAMLAM.
Hasilnya adalah sebuah komposisi yang memotret pengalaman para perantau, pekerja, dan pengembara yang berani meninggalkan kenyamanan demi harapan yang lebih jelas di depan. Di tengah perjalanan itu, rasa rindu terhadap rumah terus hadir sebagai penunjuk arah yang tak pernah benar-benar hilang.
Secara musikal, DITRIA tetap menjaga disiplin aransemen yang menjadi ciri mereka. Struktur lagu tersusun rapi, dengan hook melodi yang mudah diingat dan dinamika yang bergerak terukur. Pendekatan ini memberi kesempatan bagi vokal untuk memimpin narasi tanpa mengaburkan identitas musikal band.
Suara LAMLAM ditempatkan dekat dan personal, seolah berbicara langsung ke pendengar, sementara ritme dan lapisan instrumen mengembang di bagian tertentu untuk memberi kesan kolektif dan luas.
Keseimbangan antara intim dan ramai menjadi kekuatan utama “Pulang”. Lagu ini terasa relevan saat didengarkan sendiri dalam perjalanan, namun juga memiliki potensi menjadi nyanyian bersama ketika dimainkan di ruang yang lebih besar.
DITRIA seakan ingin menunjukkan bahwa rindu rumah bukan sekadar perasaan personal, melainkan pengalaman bersama yang bisa dirayakan. Dengan struktur yang ringkas dan refran yang mudah diikuti, “Pulang” membuka ruang sing-along yang alami dan jujur.
Dalam pernyataan resminya, DITRIA menyebut bahwa sejak awal mereka membangun proyek ini sebagai ruang suara, bukan sekadar format band konvensional. “Pulang membutuhkan karakter vokal yang jujur, berpengalaman, dan empatik, dan LAMLAM mampu menangkap kebutuhan itu dengan tepat,” ujar mereka.
Sementara itu, LAMLAM memaknai lagu ini sebagai sebuah peta untuk kembali. Menurutnya, ada kelelahan, jarak, dan kekosongan yang akhirnya berujung pada rasa lega. Perannya adalah menguatkan rasa rindu tersebut, bukan menyembunyikannya. Dengan pendekatan itu, “Pulang” hadir sebagai anthem baru bagi mereka yang hidup di antara jarak dan kenangan rumah.

