New Tracks
“Runaway Song”, Jejak Awal Sekuel Di Skena Indie Rock Indonesia
Bogor selalu identik dengan dua hal yang tak terpisahkan: hujan yang selalu turun dan band indie rock baru yang terus bermunculan. Kota ini seolah tak pernah kehabisan energi untuk melahirkan talenta baru, seperti ada siklus regenerasi yang berjalan dengan tenang dan konsisten. Dari suasana seperti ini, Sekuel muncul sebagai nama yang layak diperhatikan, terutama lewat maxi single perdana mereka yang berjudul “Runaway Song”.
Dirilis secara digital oleh Anoa Records, “Runaway Song” menjadi perkenalan resmi Sekuel ke publik yang lebih luas. Bagi Anoa, ini juga menjadi amunisi baru mereka di ranah indie rock. Maxi single ini berisi tiga lagu, dengan “Runaway Song” sebagai fokus utama. Materi yang mereka kirimkan sejak awal langsung menarik perhatian label asal Jakarta tersebut.
Peter dan Andri dari Anoa Records menyebut peran Adipati dari The Kuda cukup krusial dalam pertemuan awal ini. Dari satu demo yang dibagikan, ketertarikan itu muncul dengan cepat. Lagu tersebut memiliki karakter yang jelas, cukup untuk membuat Anoa yakin mengajak Sekuel bergabung sebagai roster terbaru mereka.
Sekuel berasal dari Ciawi, sudut kota kecil di Bogor. Band ini berdiri pada 2024, digawangi empat anak muda: Maul pada vokal dan gitar, Rio di gitar, Man pada bass, serta Uday di drum.

Latar belakang mereka berawal dari kegelisahan yang sama, rasa tidak puas terhadap eksplorasi musik di band-band sebelumnya. Dari situ, mereka menyatukan visi dengan membawa pengaruh band alternatif klasik seperti Smashing Pumpkins, Dinosaur Jr, dan Superchunk, tanpa terjebak pada upaya meniru secara mentah.
Nama Sekuel lahir secara spontan. Namun bagi Maul, nama itu menyimpan harapan yang lebih dalam. Ia melihatnya sebagai doa agar band ini terus berjalan dan berkembang, terlepas dari siapa pun yang ada di dalamnya nanti. Bagi mereka, yang utama adalah musiknya tetap hidup dan menemukan jalannya sendiri.
Keseriusan Sekuel semakin terasa ketika Adipati menawarkan kesempatan rekaman di Bens n Co Studio. Studio ini sudah tidak asing lagi di Bogor, dikenal sebagai ruang lahirnya banyak band alternatif dari kota hujan dan sekitarnya.
Tanpa ragu, Sekuel masuk studio dan merekam materi mereka bersama Wak Denol sebagai produser. Proses tersebut menghasilkan tiga trek debut: “Turn Around”, “Runaway Song”, dan “Mature”. Ketiganya masih mentah di beberapa sisi, tapi jujur dan tidak dibuat-buat.
“Runaway Song”, sebagai rilisan, terasa seperti catatan kecil di pinggir buku. Bukan sesuatu yang berusaha keras untuk mencuri perhatian, tapi justru hadir dengan sikap menahan diri. Musiknya tahu kapan harus berbicara dan kapan membiarkan ruang bekerja. Tidak ada ambisi menciptakan momen besar atau terdengar megah. Lagu-lagunya dibiarkan mengalir dengan ketidaksempurnaan yang terasa wajar dan manusiawi.
Ini juga bukan tipe rilisan yang langsung melekat sejak dengar pertama. Namun setelah selesai diputar, ada jejak yang tertinggal. Seperti catatan singkat yang sempat terbaca sekilas, lalu muncul kembali beberapa jam kemudian tanpa alasan jelas. Sensasi itulah yang membuat pendengar ingin kembali memutar ulang.
Bagi Anoa Records, Sekuel membawa energi baru yang layak disimak siapa pun yang mengikuti pergerakan indie rock lokal. Maxi single “Runaway Song” kini sudah tersedia di berbagai platform musik streaming.
Ke depannya, Sekuel berniat menjaga momentum sepanjang 2026. Mereka ingin terus menulis lagu baru, tampil di panggung mana pun yang memungkinkan, merilis format fisik, dan melakukan apa pun yang mereka sukai dalam bermusik. Dengan langkah awal seperti ini, perjalanan Sekuel jelas baru dimulai.
