New Tracks

Stereowall Menyusun Cerita Sunyi Dalam “Sisa Asa”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Stereowall

Stereowall merilis single terbaru berjudul “Sisa Asa”, sebuah lagu yang bergerak pelan namun menghantam tepat di inti emosi. Alih-alih menawarkan optimisme besar atau janji tentang masa depan yang terang, lagu ini memilih jalur yang lebih jujur dan membumi. “Sisa Asa” menggambarkan perjuangan untuk bertahan di tengah kehilangan, tentang kekuatan kecil yang membuat seseorang tetap bangkit dan menjalani hari, meskipun tanpa kepastian.

Lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Ramadhan Satria atau Mamed, yang kemudian dirangkum menjadi narasi yang lebih universal dan dapat dirasakan oleh siapa saja. Kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk terus hidup hadir sebagai benang merah, disampaikan lewat lirik yang emosional.

Di sini, “asa” tidak hadir sebagai harapan yang besar, melainkan sebagai bentuk dukungan yang paling mendasar. Kehadiran tanpa banyak kata, pelukan tanpa penjelasan, dan kebersamaan yang tidak menuntut cerita. Potongan lirik seperti “Beri aku asa, meski tanpa sisa” dan “Beri aku asa, meski tanpa kata” terasa seperti pengakuan tulus tentang kebutuhan akan sandaran, bahkan ketika kata-kata kehilangan maknanya.

“Sisa Asa” juga melengkapi fase penting dalam perjalanan Stereowall dengan hadirnya Zevana Arga atau Zeva sebagai vokalis baru. Musisi asal Surabaya ini resmi bergabung pada Desember 2025, menggantikan Cynantia Pratita yang mengumumkan pengunduran dirinya sebulan sebelumnya. Kehadiran Zeva membawa perubahan atmosfer yang terasa jelas, baik secara musikal maupun emosional.

Zeva dikenal memiliki ketertarikan yang kuat pada musik rock dan metalcore, serta pengalaman di berbagai proyek musik sebelum bergabung dengan Stereowall. Karakter vokalnya yang bertenaga dan ekspresif memberikan lapisan emosi yang lebih dalam pada “Sisa Asa”, tanpa menghilangkan sensitivitas yang menjadi inti lagu ini. Bagi pendengar lama, nuansa baru ini terasa sebagai kelanjutan yang alami, bukan lompatan yang memutus identitas band.

Band Stereowall single Sisa Asa

Band Stereowall formasi baru

Sebagai band rock alternatif yang terbentuk pada 2012, perjalanan Stereowall memang tidak pernah lepas dari fase jatuh dan bangkit. Bermula dari pertemuan Rama dan Mamed, band ini sempat diguncang kehilangan besar ketika drummer mereka, Garda Nusantara, meninggal dunia akibat kecelakaan.

Peristiwa tersebut membuat Stereowall vakum sebelum akhirnya kembali dan merilis EP “Never Ending Drama” pada 2016. Seiring berjalannya waktu, eksplorasi mereka berkembang, termasuk dengan kehadiran Rei atau Inay sebagai co-producer sejak 2022 yang turut mengisi keyboard, synth, dan gitar.

Dirilis pada 28 Januari 2026 di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube Stereowall TV, “Sisa Asa” terasa seperti refleksi perjalanan panjang tersebut. Lagu ini bukan tentang kemenangan, melainkan tentang bertahan. Tentang menerima bahwa kadang yang tersisa hanyalah sedikit, namun cukup untuk membuat seseorang terus hidup dan melangkah.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *