International

Sunday Morning Lepas Single Paling Personal Lewat “Carry the Sky”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Sunday Morning
Sunday Morning (credit: Marcel Feldmar)

Sunday Morning, unit art rock asal Vancouver, kembali merilis karya yang paling siap menjangkau pendengar luas sejauh ini, sekaligus menjadi salah satu rilisan mereka yang paling emosional. Single terbaru berjudul “Carry the Sky” hadir sebagai penghormatan terhadap cinta, kehilangan, serta beban ingatan yang tak pernah benar-benar pergi.

Proyek yang digerakkan oleh Bruce Wilson ini sejak awal dikenal gemar bergerak di antara penceritaan puitis dan letupan emosi khas art rock, kerap disandingkan dengan nama-nama seperti David Bowie, Nick Cave, hingga Iggy Pop. Namun di lagu ini, suara personal Wilson terasa lebih dekat, lebih langsung, dan lebih terbuka.

Wilson menjelaskan bahwa Sunday Morning selalu menjadi proyek yang sangat personal. Tema lagu-lagunya bersumber dari pengalaman hidupnya sendiri, meski kerap disamarkan lewat alegori dan bahasa puitis.

“Carry the Sky” menjadi pengecualian dalam arti tertentu. Lagu ini secara terang-terangan diarahkan sebagai penghormatan untuk dua sosok yang sangat ia cintai dan telah meninggal dunia, meninggalkan ruang kosong yang tak mungkin terisi.

Chorus lagu ini ia tulis setelah kehilangan sahabat dekatnya, Christian, sementara bait-baitnya lahir dari duka atas wafatnya sang adik, Juliet. Hasil akhirnya adalah lagu yang berani menatap kesedihan secara jujur, tanpa membiarkannya menelan seluruh makna.

Alih-alih terjebak dalam kesedihan, Wilson justru ingin merayakan dua kehidupan yang memberinya banyak cinta, empati, dan kebijaksanaan. Pendekatan ini membuat “Carry the Sky” terasa hangat dan penuh makna. Lagu ini mengalun perlahan, memberikan kesempatan bagi pendengar untuk meresapi setiap lapisan emosi yang disampaikan.

Sunday Morning

Sunday Morning adalah gagasan dari Bruce Wilson, sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia musik Vancouver. Perjalanan seni dan musiknya terbentuk di New York dan Detroit setelah band grunge punk-nya, Tankhog, bubar di akhir 1990-an.

Tahun-tahun yang dilalui dengan kecanduan, kehilangan, dan proses pemulihan akhirnya mengubah cara Wilson menulis dan memandang musik. Setelah kembali ke Vancouver, ia mengurung diri di sebuah kamar kecil di Hotel Waldorf yang bersejarah, menulis sebagai usaha untuk membangun kembali dirinya. Proses ini kemudian melahirkan debut Sunday Morning pada 2016 yang mendapatkan banyak pujian.

“Carry the Sky” diproduseri dan di-mixing oleh Jamey Koch di The Warehouse Studio, Vancouver. Deretan musisi yang terlibat memperkaya karakter lagu ini, dengan Kevin Rose di gitar, Chris Gestrin pada piano dan kibor, Koch sendiri mengisi bass, gitar tambahan, dan vokal latar, sementara Share Dada pada drum serta Lone Willow menambahkan harmoni yang terasa samar.

Relasi antar pemain terasa intim tapi tetap sinematik, mengangkat vokal Wilson ke ruang yang lebih luas dan dalam. Koch memiliki kedekatan personal dengan Christian dan juga tengah menghadapi kehilangan dalam keluarganya, sesuatu yang menurut Wilson membuatnya memahami dengan tepat bagaimana lagu ini seharusnya disajikan.

The Warehouse Studio membawa bobot sejarah tersendiri. Terletak di bangunan bata tertua di kawasan Gastown, studio ini diselamatkan dan dipugar oleh Bryan Adams hingga menjadi salah satu ruang rekam paling bergengsi di Kanada. Pilihan Sunday Morning untuk merekam di sana menempatkan “Carry the Sky” dalam tradisi rilisan Kanada yang ambisius dan berjejak panjang.

Rilisan ini melanjutkan fase kreatif yang terus berkembang sejak debut mereka dinobatkan sebagai album terbaik Vancouver versi The Georgia Straight. Dengan kolaborator lintas generasi dan respons kritik yang konsisten positif, inti Sunday Morning tetap bertumpu pada penulisan lagu Wilson yang rapuh.

Pada akhirnya, “Carry the Sky” terasa seperti sebuah pesan yang melintasi jarak, sebuah cara untuk mengingat melalui suara bersama. Lagu ini meninggalkan kesan mendalam, mengajak pendengar untuk menemukan keindahan di persimpangan antara cinta dan kesedihan.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *