New Albums
Tarrkam Hidupkan Lagi Daya Ledak Punk Di EP “NEKAT”
Tarrkam, kuintet egg punk dari Jakarta, kembali ke garis depan setelah sempat vakum dengan melepas EP baru berjudul ‘NEKAT’. Rilis lewat Kolibri Rekords tepat pada 31 Oktober, karya ini terasa seperti pernyataan keras bahwa mereka tidak pernah benar-benar pergi.
Setelah sempat terguncang oleh kasus hukum yang menimpa vokalis Rahmad “Ape” Sumantri beberapa tahun lalu, band ini menjawabnya dengan sikap: tetap berkarya dan tetap melawan. ‘NEKAT’ lahir sebagai bentuk keteguhan untuk tetap berdiri meski kondisi mental dan kehidupan terus digempur.
Empat lagu di dalamnya memperlihatkan sisi Tarrkam yang berkembang. Musik mereka terasa lebih fokus dan terarah, tetapi tidak kehilangan karakter jahil dan liar yang membuat nama mereka harum di skena.
Masing-masing personel tampak mendorong batasan instrumen yang digenggam, menciptakan format ekspresif yang lebih tebal dan imajinatif. Tema yang mereka angkat di EP ini bergerak bebas antara pengalaman pribadi, kritik sosial yang lugas, sampai unsur fiksi ilmiah yang tetap terasa membumi.
Track pembuka “Demi Keluarga” langsung menjadi motor penggerak seluruh EP. Kolaborasi bersama Doddy Hamson dari Komunal menghadirkan bobot baru pada warna vokal dan emosi lagu ini. Liriknya merujuk pada pengalaman Ape saat berurusan dengan hukum dan bagaimana keluarganya bertahan dalam situasi tidak pasti.
“Ini tentang para pekerja dengan upah tak seberapa, yang rela banting tulang setiap hari,” ucap Ape. Ia mengutip salah satu baris kunci: “Darah keringat air mata, membasuh nasib, dengan lantang ia menantang zaman”, yang terasa sebagai deklarasi tajam untuk menolak menyerah pada keadaan.
Secara musikal, “Demi Keluarga” menggabungkan energi surf punk yang ugal-ugalan dengan vokal berat ala heavy metal dari Doddy, menghadirkan anthem yang keras kepala.
Dua nomor yang sudah lebih dulu dirilis, “CCTV” dan “SpacePunk“, mendapatkan ruang naratif yang utuh dalam EP ini. “CCTV” menyorot dunia digital yang makin absurd, sementara “SpacePunk” mendorong pendengarnya membayangkan pelarian ideal ke luar planet.
Keduanya lalu dipertemukan dengan “Tentara”, lagu satir yang menyorot fenomena remaja bermasalah yang dikirim ikut latihan militer. Dibuka dengan ritme layaknya mars yang karikatural, lagu itu kemudian meledak menjadi riff hardcore yang menampar langsung wajah kemunafikan.
‘NEKAT’ terasa sebagai bukti bahwa Tarrkam tetap mampu tertawa dan menggertak dunia pada saat yang sama. Mereka kembali dengan energi yang lebih matang tanpa kehilangan sisi spontan yang dulu membuat mereka dikenal.
Tarrkam terbentuk pada 2015 di Jakarta lewat pertemuan Ape di vokal, Stefanus “Epan” Yonatan di gitar, Haryo “Oyob” Widi pada bass, serta Bagas “Encek” Wisnu di drum. Sejak awal, mereka dikenal sebagai unit punk yang berisik dengan selera humor yang tidak pernah mereka tutupi, menyerap berbagai pengaruh mulai dari indie rock, garage, surf, new wave, sampai psikedelik.
Setelah merilis album ‘Fresh Grad‘ pada 2023, formasi band kini bertambah dengan kehadiran Denny Aulia yang memperkuat ruang suara lewat keyboard dan synthesizer. Tarrkam tengah mempersiapkan album penuh kedua, dan ‘NEKAT’ seperti aba-aba pertama bahwa perjalanan babak baru mereka baru saja dimulai.
Support Gigsplay Dengan Saweria
