New Tracks

Chicken Shit Flower Kembali Panaskan Mesin Punk Rock Di Maxi Single “Ukir Kembali”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Chicken Shit Flower

Setelah lebih dari satu dekade sejak debut mereka lewat album ‘Glory of Spirit’ (2009), Chicken Shit Flower (CSF) akhirnya kembali menyalakan api yang sempat padam. Band asal Palembang yang dikenal dengan semangat punk rocknya itu kini muncul kembali ke permukaan dengan energi baru, merilis maxi-single berjudul “Ukir Kembali” di kuartal akhir 2025.

Bagi banyak pendengar yang tumbuh bersama skena lokal Palembang, nama Chicken Shit Flower bukan sekadar nama band, tapi simbol dari masa ketika semangat DIY dan punk menjadi ruang ekspresi yang jujur dan berisik.

Setelah merilis dua album: ‘Glory of Spirit’ (2009) dan ‘Setinggi Arah’ (2014), band ini sempat vakum cukup lama, melewati fase kehidupan masing-masing anggotanya. Kini mereka memilih untuk bangkit kembali, bukan untuk bernostalgia, tetapi untuk menegaskan bahwa semangat itu masih hidup.

Band Chicken Shit Flower

Dengan formasi baru, Davi (gitar) kini ditemani oleh Ekal (bass), Kevin (gitar), Fadhil (drum), dan Fajar (vokal). Mereka kembali membawa napas punk rock dengan pengaruh dari NOFX, Sum 41, MXPX, hingga Propagandhi, dan tampaknya CSF ingin menegaskan kembali identitas mereka: cepat, lantang, namun tetap memiliki ruang untuk refleksi.

Api itu nggak pernah benar-benar padam, cuma sempat dibiarkan,” ujar Davi dalam sebuah pernyataan yang menggambarkan bagaimana CSF memaknai perjalanan mereka.

Maxi-single “Ukir Kembali” berisi dua lagu, judul utamanya “Ukir Kembali” dan “Situasi Defleksi”, yang berfungsi sebagai jembatan menuju album baru mereka yang sedang disiapkan. Untuk rilisan ini, vokal diisi oleh Bule Kasanova dan drum oleh Agil Zihni, keduanya memberi warna baru namun tetap dalam roh CSF yang familiar.

Band punk rock Chicken Shit Flower

“Ukir Kembali” menjadi semacam manifesto untuk menyalakan lagi mesin band ini. Lagu ini berbicara tentang tekad untuk terus berjalan, tak menyerah pada waktu, dan kembali mengukir kisah di lintasan musik lokal yang dulu sempat mereka warnai. Sementara “Situasi Defleksi” menyelami sisi lain: kegelisahan seseorang yang mencoba keluar dari tekanan dan menemukan kembali kendali atas hidupnya.

Dengan dua lagu ini, CSF menunjukkan bahwa mereka bukan hanya reuni nostalgia. Mereka tampil dengan energi yang matang, lebih sadar arah, tapi tetap mempertahankan esensi awal: punk rock yang lugas, reflektif, dan penuh daya dorong.

Ukir Kembali” sudah tersedia di berbagai platform digital dan menjadi tanda bahwa roda Chicken Shit Flower kembali berputar. Di tengah derasnya arus musik baru, CSF hadir lagi bukan untuk bersaing, tetapi untuk mengingatkan bahwa semangat punk dari Palembang masih hidup, masih keras kepala, dan masih memiliki sesuatu untuk disampaikan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *